-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lho.. ...Nyamuk DBD Takut Sama Ikan Cupang.

Jumat, 13 Maret 2020 | 3/13/2020 WIB Last Updated 2020-03-16T10:09:56Z
Ikan Cupang Crown Tail
BANDUNG,Internationalmedia.id.-Jentik, cikal bakal Aedes Aegypti jenis  nyamuk  penyebab penyakit demam berdarah yang bisa membunuh dan mematikan manusia, ternyata takut sama ikan cupang.

Ikan Cupang dapat memutus mata rantai nyamuk Demam Berdarah. Ikan Cupang Doyan Jentik nyamuk.

Ikan Cupang jenis Crown Tail dikenal rakus, mampu melahap 80 jentik dalam satu kali makan.Untuk itu,wajib dipelihara untuk berantas Demam Berdarah(DBD).

Selain takut sama ikan cupang,Jentik juga takut sama tumbuhan Lavender dan tanaman Sereh.

DR KM Agus Riyanto, SKM,M.Kes, Dosen Stikes Jenderal Akhmad Yani(Unjani) Cimahi dan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat,dr Berli Hamdani Gelung Sakti.MPPM, sama-sama sependapat bahwa ikan Cupang dan kedua tanaman ini sangat ditakuti Jentik Nyamuk ini.

Dalam acara Jabar Punya Informasi(JAPRI) di Gedung Sate Bandung, Jum'at(13/3/2020) Agus menyebutkan,ikan cupang pemakan jentik dan sangat efektif dalam pemberantaan nyamuk.

Sedangkan tanaman Lavender, tanaman hias warna ungu kebiruan ini menjadi daya tarik tersendiri menghadirkan sosok cantik, namun bisa menangkal nyamuk untuk masuk dan bersarang di rumah sehingga terbebas dari gangguan nyamuk.

Aroma atau bau lavender yang khas terbukti ampuh mengusir nyamuk dan juga menjadi pengusir lalat.

Demikian juga halnya dengan tanaman Sereh atau Serai, bisa mengusir nyamuk Anopheles atau nyamuk Malaria. Serei terbukti ampuh mengurangi gigitan nyamuk Aedes Aegeypti.

15 Orang Meninggal.

Berli Hamdani menyebutkan, selama tahun 2020, sudah 15 orang meninggal dunia dengan 5000 kasus akibat DBD di Jawa Barat.Tahun sebelumnya, 49 orang meninggal dunia.

Di Jawa Barat, kata Berli, daerah katagori Merah(Yg terkena) di antaranya Kota Depok, Kab/Kota Bogor, Kod/Kab Cirebon, Ciamis, Kota/Kab Tasikmalaya serta Kota Bandung.

Sedangkan katagori Hijau(Bebas), Pangandaran dan Kota Cirebon.

Untuk mengantisipasi ini, menurut dr Bali, pihaknya kini melakukan gerakan satu rumah satu Jumantik(Juru Mantri Jentik).(Lys).-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update