Notification

×

Iklan

Iklan

Telkom Akses Tata Kabel Bawah Tanah di Bandung, 54 Ruas Jalan Rampung

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:27 WIB Last Updated 2026-10-24T11:27:47Z
Para teknisi Telkom Akses melakukan penataan infrastruktur telekomunikasi melalui program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Kota Bandung.

Bandung, Internationalmedia.id – Telkom Akses mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi melalui pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah. 

Dalam program Bandung Bebas Kabel Udara, sebanyak 54 dari 81 ruas jalan di Kota Bandung telah selesai ditata hingga Oktober 2026, tanpa mengabaikan keberlangsungan layanan pelanggan.

Program yang digagas Pemerintah Kota Bandung melalui skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) ini bertujuan menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan selaras dengan tata ruang.

PT Telkom Akses, sebagai bagian dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, mengerahkan 200 teknisi yang bersiaga selama 24 jam untuk mendukung proses pemindahan jaringan. Upaya ini dilakukan guna menjaga layanan tetap berjalan bagi lebih dari 10.000 pelanggan selama pekerjaan berlangsung.

Direktur Utama Telkom Akses, Irphan Wijaya, mengatakan penataan kabel udara harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas konektivitas masyarakat dan dunia usaha.

“Telkom Akses senantiasa mendukung program pemerintah dalam penataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk penataan kabel udara agar lingkungan menjadi lebih tertib tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang andal,” ujar Irphan, dalam keterangan tertulis di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, pelaksanaan program di Bandung menjadi pengalaman penting bagi Telkom Akses untuk mendukung penataan jaringan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Telkom Akses memperkuat koordinasi tim operasional dan konstruksi, menambah personel dari sejumlah wilayah, serta menyiapkan peralatan pendukung. Sebelum kabel dipindahkan, teknisi terlebih dahulu memeriksa dan memetakan jaringan untuk menentukan langkah pengamanan layanan.

Pemetaan mencakup jaringan pendukung layanan seluler, layanan data korporasi, hingga pelanggan ritel. Langkah ini diperlukan agar pemindahan jaringan berlangsung terencana dan risiko gangguan dapat diminimalkan.

Salah satu tantangan di lapangan adalah penggunaan lubang akses kabel bawah tanah (manhole) secara bersama oleh sejumlah operator telekomunikasi. Karena itu, teknisi harus mengidentifikasi setiap kabel dengan cermat agar pemindahan tidak mengganggu jaringan lain.

Melalui program SJUT, Telkom Akses berkomitmen memperkuat kesiapan teknis, sumber daya, dan koordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan mendukung penataan kota yang lebih rapi sekaligus menjaga konektivitas sebagai kebutuhan penting masyarakat dan dunia usaha. (rel/lys).

×
Berita Terbaru Update