Notification

×

Iklan

Iklan

Mendag Dorong 10 UMKM Pangan Juara Tembus Ritel Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:19 WIB Last Updated 2026-10-15T11:19:46Z
Mendag Budi Santoso dan Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri berpose dengan para penerima UKM Pangan Award

Tangerang, Internationalmedia.id. – Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka peluang lebih luas bagi produk pangan lokal untuk menembus pasar ritel modern. 

Melalui UKM Pangan Award 2026, sebanyak 10 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan terbaik mendapat kesempatan memperluas pemasaran, sekaligus membuktikan daya saing produk Nusantara.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan penghargaan tersebut dalam pembukaan Pangan Nusa Expo 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).

Para penerima penghargaan terpilih melalui proses kurasi dan penjurian dari 917 pendaftar yang berasal dari 33 provinsi. Hasilnya menunjukkan beragam produk pangan olahan Indonesia memiliki potensi untuk berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional.

Mendag Budi Santoso menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, terutama melalui kemitraan dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

“Selamat kepada para pemenang UKM Pangan Award 2026. Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan APRINDO agar produk-produk pangan unggulan penerima penghargaan dapat menjual produknya di ritel-ritel modern. Upaya ini ditempuh untuk semakin memperluas jangkauan produk pangan lokal ke masyarakat,” ujar Budi.

Kualitas Jadi Syarat Masuk Ritel Modern
Budi menegaskan, kualitas dan higienitas menjadi syarat utama bagi produk UMKM pangan untuk memasuki jaringan ritel modern. Penghargaan saja tidak cukup jika produk belum memenuhi standar yang dibutuhkan pasar.

“Kemendag ingin memberikan kepastian akses pasar bagi para pemenang asalkan produknya berkualitas dan higienis. UKM Pangan Award 2026 jadi salah satu kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk yang kami kurasi ini memang berdaya saing,” katanya.

Melalui skema ini, Kemendag berupaya menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan distribusi yang lebih luas. Tantangannya adalah memastikan produk yang terpilih mampu menjaga konsistensi mutu, memenuhi persyaratan ritel, dan bersaing secara berkelanjutan.

Produk Inovatif dari Tujuh Provinsi

Sepuluh pemenang UKM Pangan Award 2026 berasal dari tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Sumatra Utara, dan Papua.

Keragaman produk menjadi salah satu keunggulan ajang tahun ini. Produk yang terpilih mencakup kombucha jeruk lemon dari Jayapura, Papua; sambal baby cumi andaliman dari Medan, Sumatra Utara; mi instan berbahan pati sagu bebas gluten dari Jakarta Utara; hingga kukis granola berbahan 100 persen tepung pisang dari Sleman, DIY.

Adapun nilai tertinggi diraih Fisnack Keripik Kulit Ikan Patin dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan skor 91,4 pada kategori Produk Khusus.

Ragam inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Inovasi berbasis bahan baku Nusantara juga membuka peluang bagi UMKM untuk membangun keunikan produk di tengah persaingan pasar.

Dipertemukan dengan Peritel dan Pembeli Internasional

Tak berhenti pada pemberian penghargaan, Kemendag memfasilitasi para pemenang untuk tampil sebagai peserta pameran di Pangan Nusa Expo 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City.

Penyelenggaraan yang berbarengan dengan Trade Expo Indonesia ke-41 di lokasi yang sama membuka peluang bagi para pelaku UMKM untuk bertemu peritel modern nasional sekaligus calon pembeli dari luar negeri.

Langkah ini penting untuk menjembatani produk unggulan dengan calon mitra bisnis, memperluas jejaring distribusi, dan membuka peluang transaksi baru.

Kemendag juga memiliki contoh keberhasilan dari periode sebelumnya. Produk Alexa Kukies kini telah dipasarkan di Ranch Market, sedangkan Sambal Mamani telah masuk ke jaringan Superindo, Hero, dan Alfamidi.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penghargaan dan fasilitasi promosi dapat menjadi jalan menuju pasar yang lebih luas.

Namun, keberlanjutan usaha tetap ditentukan oleh kemampuan UMKM menjaga kualitas, memenuhi standar pasar, dan meningkatkan kapasitas produksi. Dengan dukungan akses pasar serta kemitraan yang tepat, produk pangan lokal diharapkan tidak hanya dikenal melalui pameran, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang di rak-rak ritel modern hingga menjangkau pasar ekspor.(rbs)

×
Berita Terbaru Update