Notification

×

Iklan

Iklan

Dukung Ekonomi Banten, Kereta Petani Layani 42 Ribu Penumpang

Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:57 WIB Last Updated 2026-10-08T06:57:04Z
Kereta Petani dan Pedagang yang melayani lintas Merak–Rangkasbitung 

Jakarta,Internationalmedia.id.- Kereta Petani dan Pedagang yang melayani lintas Merak–Rangkasbitung terus menjadi pilihan masyarakat Banten untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari. 

Dengan tarif terjangkau sebesar Rp 3.000 dan 14 perjalanan setiap hari, layanan ini memberikan alternatif transportasi bagi petani dan pedagang yang membawa hasil pertanian maupun barang dagangan menuju pusat-pusat aktivitas ekonomi dan pasar.

Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat lebih dari 42,3 ribu pengguna telah memanfaatkan layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangannya siang ini mengatakan, layanan tersebut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya petani dan pedagang yang membutuhkan transportasi dengan biaya terjangkau serta mampu mengakomodasi barang bawaan dalam jumlah cukup banyak.

“Kereta Petani dan Pedagang hadir untuk menyediakan pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang atau petani dengan barang bawaan yang cukup banyak untuk menuju atau dari pusat perbelanjaan atau pasar-pasar,” ujar Karina, Kamis (8/10).

Menurut Karina, keberadaan layanan ini turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah Banten. Para petani dan pedagang memanfaatkan kereta untuk membawa serta menjajakan hasil tani maupun barang dagangan ke Serang, Lebak, Pandeglang, dan wilayah sekitarnya.

“Masyarakat, khususnya para petani dan pedagang di wilayah Banten, menggunakan moda transportasi ini untuk menjajakan hasil tani dan dagangannya ke Serang, Lebak, Pandeglang, dan sekitarnya. Mereka bisa menggunakan layanan ini dengan tarif tiket sangat terjangkau yaitu Rp3.000,” jelasnya.

Untuk mendukung mobilitas tersebut, KAI Commuter menyediakan 14 perjalanan kereta dengan relasi Merak–Rangkasbitung pulang-pergi (PP) setiap harinya. Frekuensi perjalanan tersebut memberikan pilihan waktu yang lebih fleksibel bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas perdagangan maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Salah satu titik dengan aktivitas pengguna Kereta Petani dan Pedagang yang cukup tinggi adalah Stasiun Cikeusal. Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kecamatan Cikeusal Dalam Angka 2025, wilayah Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, memiliki aktivitas masyarakat di berbagai sektor, termasuk pertanian, perdagangan, dan kegiatan ekonomi lokal.

Sepanjang 2026 hingga September, Stasiun Cikeusal mencatat 12.380 pengguna yang naik menggunakan layanan Kereta Petani dan Pedagang. Sementara itu, sebanyak 11.823 pengguna tercatat turun di stasiun tersebut.

“Dari data yang tercatat di Stasiun Cikeusal sepanjang 2026 hingga September ini sebanyak 12.380 pengguna yang naik di stasiun ini dan sebanyak 11.823 pengguna Kereta Petani dan Pedagang yang turun di stasiun ini,” kata Karina.

Selain Cikeusal, Stasiun Rangkasbitung juga mencatat aktivitas pengguna yang cukup tinggi. Pada periode yang sama, terdapat 9.247 pengguna yang naik dan 9.926 pengguna yang turun menggunakan layanan Kereta Petani dan Pedagang.

Tingginya pemanfaatan layanan tersebut menunjukkan bahwa konektivitas transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah yang aktivitas ekonominya banyak bertumpu pada pertanian dan perdagangan. Bagi petani dan pedagang, kereta tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga menjadi salah satu pilihan untuk menghubungkan daerah asal dengan pusat-pusat perdagangan.

Karina mengatakan KAI Commuter akan terus mengevaluasi layanan Kereta Petani dan Pedagang agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sepanjang lintas Merak–Rangkasbitung.

“Terlebih transportasi ini bersentuhan langsung dengan petani dan pedagang. Jadi, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sehingga layanan kereta api benar-benar bisa menjadi solusi mobilisasi bagi masyarakat yang efektif dan terjangkau,” pungkas Karina. :::

Saya juga bisa membuatkan versi yang lebih “news value” untuk rilis media, dengan judul dan lead yang lebih kuat sehingga lebih menarik bagi wartawan dan pembaca, tetapi tetap mempertahankan seluruh data KAI Commuter.(rel/lys).

×
Berita Terbaru Update