Notification

×

Iklan

Iklan

Rekor Baru, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk Daftar Teratas Global Michelin Guide

Senin, 21 September 2026 | 10:33 WIB Last Updated 2026-09-21T03:33:29Z
Menpar Widiyanti Putri Wardhana

Jakarta.Internationalmedia.id.- Prestasi membanggakan kembali dicatat sektor hospitality Indonesia di kancah internasional. Sebanyak 47 hotel dan resor Indonesia berhasil masuk dalam daftar bergengsi MICHELIN Keys 2026 yang diterbitkan Global MICHELIN Guide, sekaligus mencatatkan rekor baru dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 33 hotel dan resor.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah hotel dan resor peraih MICHELIN Keys terbanyak kedua di Asia Tenggara, setelah Thailand. Pengakuan ini menjadi salah satu indikator meningkatnya daya saing industri hospitality Indonesia di pasar pariwisata global.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut positif capaian tersebut. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, bertambahnya jumlah hotel dan resor yang mendapatkan MICHELIN Keys merefleksikan peningkatan kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia, khususnya di sektor hospitality.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengelola dan insan hospitality yang terus konsisten menjaga standar kualitas,” ujar Menpar Widiyanti dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).

Pengakuan tersebut diraih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan sekitar 9.000 properti di seluruh dunia. Dari proses tersebut, Indonesia mencatatkan 3 hotel dan resor dengan 3 Keys, 11 hotel dan resor dengan 2 Keys, serta 33 hotel dan resor dengan 1 Key.

Daftar terbaru MICHELIN Keys tersebut dipublikasikan pada 18 September 2026. Tiga properti Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tertinggi, yakni 3 Keys atau “An Extraordinary Stay”, adalah Nihi Sumba di Sumba, Nusa Tenggara Timur; Amanjiwo di Magelang, Jawa Tengah; dan Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve di Ubud, Bali.

Nihi Sumba menjadi salah satu properti yang mendapat perhatian karena memadukan kemewahan dengan kekayaan budaya lokal. Resor di Sumba, NTT, tersebut mengusung arsitektur yang terinspirasi tradisi setempat sekaligus menaruh perhatian pada pelestarian budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Pengakuan internasional juga datang dari ajang The World’s 50 Best Hotels 2026. Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve di Bali tercatat berada di peringkat ke-61 dalam daftar tersebut.

Perpaduan pelayanan berstandar internasional, keindahan alam Ubud, serta pengalaman yang mengangkat kearifan lokal menjadi bagian dari daya tarik Mandapa hingga kembali mendapat pengakuan di tingkat global.

Penilaian dalam berbagai daftar dan penghargaan tersebut dilakukan berdasarkan ulasan serta analisis yang disusun oleh jaringan pakar global. The World’s 50 Best Hotels sendiri menghimpun pandangan dari ribuan pakar industri untuk memberikan penilaian dan penghargaan terhadap berbagai properti perhotelan di dunia.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan berbagai pengakuan tersebut harus menjadi momentum bagi industri pariwisata Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing di pasar internasional.

“Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti.

Dengan bertambahnya jumlah hotel dan resor yang memperoleh pengakuan internasional, capaian tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap kualitas pengalaman wisatawan di Indonesia. Konsistensi menjaga standar pelayanan, mengangkat kekayaan lokal, dan menerapkan prinsip keberlanjutan menjadi bagian penting dalam memperkuat citra hospitality Indonesia di mata dunia.(rbs)

×
Berita Terbaru Update