![]() |
| Prosesi pembukaan, |
Jakarta.Internationalmedia.id.-Empat seniman kaligrafi Tiongkok menggelar pameran amal bertajuk “The Brush of Kindness and Endless Love” di lobi World Capital Tower, Mega Kuningan, Jakarta. Pameran ini bertujuan menggalang bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Empat seniman yang terlibat adalah Steve Yenadhira (Ruang Yuan Chun), Lenny Ferry (Hu Sudan), Fang Fujie, dan Liu Haoyi. Seluruh hasil penjualan karya akan disalurkan untuk meringankan beban para korban bencana.
Acara dibuka secara resmi melalui prosesi pemotongan pita oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Penasihat Kebudayaan Kedubes Tiongkok Wang Siping, Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia Sugeng Prananto, Sekretaris Jenderal ACCA Abraham Rudy Tan, serta para seniman. Filantrop Dato Sri Tahir juga turut hadir memberikan dukungan.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPA), Veronica Tan menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan rasa empati para seniman Kaligrafi. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam memberikan bantuan bagi korban terdampak bencana di NTT.
Penasihat Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Siping, mengapresiasi sekaligus berterima kasih atas sumbangan penuh kasih dari empat ahli kaligrafi. Dia menyatakan, manusia memiliki nasib yang saling terkait, dan menghadapi bencana serta kesulitan memerlukan saling membantu. Rakyat Tiongkok dan Indonesia memiliki persahabatan jangka panjang, dan kedua negara terus mendorong nasib yang saling terkait.
Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia dan Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu Sugeng Prananto, menyampaikan apresiasi kepada keempat seniman kaligrafi yang memiliki tujuan mulia dan mengadakan pameran amal ini.
Sugeng Prananto berharap, kepedulian dari berbagai pihak, dapat meringankan sedikit beban korban bencana, dan menambah sedikit kehangatan. Dia menekankan, 'Bai Shan Mo Ci · Cinta Tanpa Batas' tidak hanya menunjukkan perasaan seni para seniman kaligrafi, tapi juga menampilkan semangat masyarakat dari berbagai kalangan yang peduli pada daerah bencana dan saling membantu.
Sementara itu, keempat seniman yaitu; Steve Yenadhira berterima kasih atas dukungan berbagai pihak terhadap pameran amal kali ini, dan berharap melalui usaha bersama berbagai pihak, bisa mengirimkan kehangatan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Fang Fujie menyatakan, motivasi mengadakan pameran amal ini adalah 'minum air harus mengingat sumbernya', dan menyumbang 1 miliar rupiah atas nama pribadi untuk membantu wilayah terdampak secara nyata.
Hu Sudan menyebutkan, sengaja memilih karyanya sendiri untuk ikut pameran amal ini, berharap melalui tinta bisa menyampaikan kepedulian, dan membuat seni kaligrafi memiliki nilai sosial.
Liu Haoyi mengatakan, sangat senang bisa mengadakan pameran amal bersama tiga kaligrafer dan membawa karya-karya terbaik yang telah dikoleksi selama bertahun-tahun untuk pameran amal ini, demi memberikan sedikit bantuan bagi daerah yang terdampak bencana.
Penyelenggara juga berterima kasih kepada Dato Sri Tahir, yang menyumbang kepada 4 seniman masing masing senilai seratus juta rupiah, serta Wakil Menteri Veronica Tan, Sugeng Prananto, Abraham Rudy Tan, Surya Putra Subandi, dan para relawan lainnya yang membeli karya dan mendukung kegiatan amal ini.(rbs)
