Notification

×

Iklan

Iklan

YLMI Gelar Operasi 178 Mata Katarak Gratis di Pamekasan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:22 WIB Last Updated 2026-08-09T10:22:33Z
Salah satu pasien yang akan memasuki ruang operasi

Pamekasan, Internationalmedia.id – Yayasan Lentera Mata Indah (YLMI)
menggelar bakti sosial operasi katarak gratis di Kabupaten Pamekasan, Madura.

YLMI bekerja sama dengan Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0826/Pamekasan, Rumah Sakit Larasati Pamekasan, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI).

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Sakit Larasati Pamekasan pada 4–5 Agustus 2026 tersebut ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak, khususnya mereka yang membutuhkan layanan operasi secara cuma-cuma.

Selama dua hari pelaksanaan, tim medis berhasil melakukan operasi terhadap 178 mata pasien katarak. Seluruh pasien kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan pada 6 Agustus 2026 setelah perban atau penutup mata dibuka.

Kegiatan diawali dengan sambutan sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga yang terlibat. Hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dr. Saifudin, M.Si., Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0826/Pamekasan Mayor Arm Junaidi, Ketua Pembina YLMI Robert Njo, Direktur Rumah Sakit Larasati Pamekasan dr. H. Khoirul Umam, M.Kes., serta Kepala Kesehatan Kodam V Brawijaya yang diwakili Kolonel Ckm dr. Handy Hernandy Yuliawan, Sp.M.

Robert Njo memeriksa satu pasien

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim YLMI dipimpin Elwi Jono dan didampingi Emily Octiva, dengan dukungan relawan Nur Aini dan Megan Khang.

Sementara itu, tim medis YLMI dipimpin dr. A. Yogi K. Lesmana, Sp.M., bersama dr. Eka Bayu Putra Warnerin, Sp.M., dr. Andityo Sidohutomo, Sp.M., dan dr. Dimas Anandita Wigid, Sp.M.

Kepala Kesehatan Kodam V Brawijaya yang diwakili Kolonel Ckm dr. Handy Hernandy Yuliawan, Sp.M., mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan operasi katarak gratis memiliki manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bakti sosial ini sangat dibutuhkan dan sangat membantu masyarakat kurang mampu. Kepedulian kepada masyarakat di Kabupaten Pamekasan sangat kami apresiasi,” ujar Handy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (8/8/2026).

Telah Dilakukan Sejak 2010

Ketua Pembina YLMI Robert Njo mengatakan, pelaksanaan operasi katarak tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi sosial, serta tenaga medis.

“Tanpa kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mustahil operasi berjalan baik. Kami mengapresiasi kinerja TNI dalam mendukung kegiatan ini,” kata Robert.

Ia menjelaskan, katarak tidak hanya berdampak pada kemampuan seseorang untuk melihat, tetapi juga dapat menghambat aktivitas sehari-hari, kemandirian, dan kesempatan seseorang untuk bekerja.

Menurut Robert, YLMI telah menjalankan program operasi katarak sejak 2010 dengan menggandeng berbagai organisasi sosial. Dalam kurun waktu sekitar 16 tahun, YLMI mengklaim telah membantu melakukan operasi terhadap sekitar 40.000 mata penderita katarak.

“Melalui program operasi katarak gratis ini, kami berkomitmen untuk memulihkan penglihatan, memberikan harapan, dan semangat hidup para penderita katarak,” ujarnya.

Robert menambahkan, pemulihan penglihatan diharapkan dapat membantu penerima manfaat kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan meningkatkan kualitas hidup, sekaligus mengurangi beban keluarga.

“Dengan membantu memulihkan penglihatan mereka, kami tidak hanya membantu pasien katarak secara individu, tetapi juga turut meringankan beban sosial dan ekonomi yang ditanggung oleh keluarga,” katanya.

Operasi Tanpa Biaya

Robert mengatakan, seluruh rangkaian operasi dalam kegiatan tersebut diberikan tanpa biaya kepada penerima manfaat. Ia menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung keberlangsungan program tersebut.

“Banyak penerima manfaat telah mengungkapkan rasa terima kasih dan berbagi perasaan mereka setelah kembali dapat melihat,” ujarnya.

Menurut Robert, sebagian pasien datang dengan kondisi gangguan penglihatan yang cukup berat sehingga aktivitas sehari-hari mereka terganggu. Karena itu, pemulihan penglihatan melalui operasi diharapkan dapat membantu mereka kembali beraktivitas.

“Kami berterima kasih kepada para donatur sehingga program operasi katarak gratis ini berjalan dengan sukses,” kata Robert.

Diawali Screening dan Pemeriksaan Kesehatan

Koordinator pelaksanaan operasi katarak YLMI, Elwi Jono, mengatakan, sebelum menjalani operasi, calon pasien terlebih dahulu melalui tahapan screening dan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan tersebut antara lain meliputi pemeriksaan kondisi mata, gula darah, serta tekanan darah untuk memastikan pasien memenuhi persyaratan medis dan dapat menjalani tindakan operasi dengan aman.

Elwi berharap para penerima manfaat yang telah menjalani operasi dapat menyampaikan informasi mengenai layanan tersebut kepada masyarakat lain yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Ia juga mengajak masyarakat yang mengalami katarak untuk tidak menunda pemeriksaan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan penanganan yang sesuai.

“Bagi kami, kepedulian adalah hal utama, dan menyaksikan pasien dapat melihat kembali adalah sebuah kebahagiaan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menyebarkan informasi ini kepada mereka yang belum mengetahuinya,” ujar Elwi.

Kegiatan operasi katarak gratis di Pamekasan tersebut menjadi bagian dari upaya YLMI bersama para mitra untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata, khususnya bagi warga yang membutuhkan dan memiliki keterbatasan ekonomi.(RBS)

×
Berita Terbaru Update