Notification

×

Iklan

Iklan

Marga Yap dan Hakka Gelar Dialog Kebangsaan, Soroti Peran Tokoh Tionghoa di BPUPKI-PPKI

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:56 WIB Last Updated 2026-08-27T03:56:26Z

Para Narasumber saat menyampaikan paparan

Jakarta.Internationalmedia.id.- Memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu dan Hakka Indonesia menggelar Dialog Kebangsaan di Museum HAKKA, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (26/8/2026).

 

Bekerja sama dengan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, acara ini mengangkat tema "Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia".

 

Kegiatan ini bertujuan menghormati sumbangsih para tokoh Tionghoa seperti Drs. Yap Tjwan Bing, Liem Koen Hian, Tan Eng Hoa, Oei Tiong Tjoei, dan Oei Tsong Hauw yang aktif membidani lahirnya republik melalui BPUPKI dan PPKI.

 

Ketua Umum Perkumpulan HAKKA Indonesia Sejahtera (PHIS) sekaligus Ketua Umum Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto, menegaskan pentingnya menanamkan jiwa patriotik kepada ratusan siswa SMA dan mahasiswa yang hadir.

 

"Sebagai anak yang lahir di Indonesia, kita punya hak yang sama dan harus terus berkontribusi memperkuat pembangunan nasional. Jangan sampai terpengaruh oleh sekat pribumi dan non-pribumi," ujar Sugeng.

 

Para Narasumber bersama peserta Dialog

Dedikasi Tanpa Ragu dan Catatan Sejarah

 

Hadir sebagai keynote speaker, mantan Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak generasi muda etnis Tionghoa untuk tidak takut terhadap intimidasi dan fokus memberikan karya terbaik bagi bangsa.

 

"Sejarah mungkin bisa meredup ketika penguasa berganti, namun kejujuran sejarah akan muncul kembali pada waktunya. Jangan ragu berbuat demi kebaikan negeri ini," tegas Ahok.

 

Senada dengan Ahok, Founder DisWay dan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengingatkan bahwa dinamika antarsuku sering kali berulang seiring perubahan zaman. Ia berpesan agar pemuda Tionghoa aktif mengambil peran strategis sembari menjaga persatuan bangsa.

 

Sementara itu, Pendiri Museum Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar, menyoroti pentingnya pengakuan negara atas kontribusi pahlawan etnis Tionghoa. Ia membeberkan bukti sejarah bagaimana tokoh Peranakan menjadi garda terdepan perjuangan, pemodal pembangunan rumah ibadah, hingga menjadi pejuang yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di berbagai daerah.

 

Melalui forum ini, para penyelenggara berharap generasi muda terus menjunjung nilai inklusivitas, bahu-membahu menjaga kerukunan, serta merawat warisan sejarah bangsa yang majemuk.(RBS)

×
Berita Terbaru Update