
Para Narasumber saat menyampaikan paparan
Jakarta.Internationalmedia.id.- Memperingati HUT ke-81
Republik Indonesia, Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu dan Hakka Indonesia
menggelar Dialog Kebangsaan di Museum HAKKA, Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta, Selasa (26/8/2026).
Bekerja sama dengan Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, acara ini mengangkat tema "Mengenang Jejak Perjuangan Tokoh Tionghoa dalam Sejarah Kemerdekaan Indonesia".
Kegiatan ini bertujuan menghormati sumbangsih para
tokoh Tionghoa seperti Drs. Yap Tjwan Bing, Liem Koen Hian, Tan Eng Hoa, Oei
Tiong Tjoei, dan Oei Tsong Hauw yang aktif membidani lahirnya republik melalui
BPUPKI dan PPKI.
Ketua Umum Perkumpulan HAKKA Indonesia Sejahtera
(PHIS) sekaligus Ketua Umum Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto,
menegaskan pentingnya menanamkan jiwa patriotik kepada ratusan siswa SMA dan
mahasiswa yang hadir.
"Sebagai anak yang lahir di Indonesia, kita punya
hak yang sama dan harus terus berkontribusi memperkuat pembangunan nasional.
Jangan sampai terpengaruh oleh sekat pribumi dan non-pribumi," ujar
Sugeng.

Para Narasumber bersama peserta Dialog
Dedikasi Tanpa Ragu dan Catatan Sejarah
Hadir sebagai keynote speaker, mantan Gubernur DKI
Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak generasi muda etnis
Tionghoa untuk tidak takut terhadap intimidasi dan fokus memberikan karya
terbaik bagi bangsa.
"Sejarah mungkin bisa meredup ketika penguasa
berganti, namun kejujuran sejarah akan muncul kembali pada waktunya. Jangan
ragu berbuat demi kebaikan negeri ini," tegas Ahok.
Senada dengan Ahok, Founder DisWay dan mantan Menteri
BUMN Dahlan Iskan mengingatkan bahwa dinamika antarsuku sering kali berulang
seiring perubahan zaman. Ia berpesan agar pemuda Tionghoa aktif mengambil peran
strategis sembari menjaga persatuan bangsa.
Sementara itu, Pendiri Museum Peranakan Tionghoa, Azmi
Abubakar, menyoroti pentingnya pengakuan negara atas kontribusi pahlawan etnis
Tionghoa. Ia membeberkan bukti sejarah bagaimana tokoh Peranakan menjadi garda
terdepan perjuangan, pemodal pembangunan rumah ibadah, hingga menjadi pejuang
yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di berbagai daerah.
Melalui forum ini, para penyelenggara berharap
generasi muda terus menjunjung nilai inklusivitas, bahu-membahu menjaga
kerukunan, serta merawat warisan sejarah bangsa yang majemuk.(RBS)