![]() |
| Pemapar Usai pemaparan event di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian |
Jakarta.Internationalmedia.id.– Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) bersama pemerintah meluncurkan tiga program strategis dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong penguatan perdagangan dalam negeri.
Ketiga program tersebut meliputi Belanja di Indonesia Aja (BINA) August, Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), dan Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026.
Ketua Umum HIPPINDO sekaligus Ketua Gerakan BINA, Budihardjo Iduansjah, mengatakan momentum Agustus menjadi kesempatan penting untuk menggerakkan perdagangan domestik melalui sinergi pemerintah dan dunia usaha.
“Melalui rangkaian BINA, HARMONI, dan IRSE, HIPPINDO bersama pemerintah mengajak masyarakat untuk semakin berbelanja di Indonesia, baik produk merek lokal, merek global yang beroperasi di Indonesia, maupun UMKM,” ujar Budihardjo dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Program BINA August berlangsung pada 15–31 Agustus 2026 di berbagai pusat perbelanjaan yang menjadi bagian dari jaringan HIPPINDO. Program ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas belanja masyarakat sekaligus memperkuat perdagangan dalam negeri.
Sementara itu, IRSE 2026 akan digelar pada 26–27 Agustus 2026 di PIK Avenue, Jakarta Utara. Ketua IRSE 2026 yang juga Sekretaris Jenderal HIPPINDO, Haryanto Pratantara, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing industri ritel nasional.
“IRSE 2026 bukan sekadar konferensi dan pameran, tetapi forum kolaborasi yang mempertemukan seluruh ekosistem perdagangan untuk berbagi pengetahuan, memperluas jejaring bisnis, mengadopsi teknologi, serta merumuskan roadmap pengembangan industri ritel nasional,” kata Haryanto.
Mengusung tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”, IRSE 2026 akan menghadirkan 55 pembicara, 31 sesi konferensi dan exhibitor, serta 65 perusahaan exhibitor. Kegiatan ini juga didukung 28 sponsor dengan total 93 exhibitor dan sponsor yang berpartisipasi.
Haryanto menargetkan lebih dari 4.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Menurutnya, investasi pada pengetahuan dan keterampilan tetap penting bagi pelaku usaha di tengah perubahan perilaku konsumen dan tantangan ekonomi.
“Perusahaan tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi juga harus bekerja cerdas,” ujarnya.
Melalui IRSE, pelaku industri ritel diharapkan dapat memperoleh wawasan dan pengalaman dari berbagai praktisi tanpa harus keluar negeri. Forum tersebut juga mempertemukan pemerintah, pelaku ritel, pusat perbelanjaan, pemilik merek, UMKM, investor, akademisi, penyedia teknologi, asosiasi usaha, dan praktisi industri.
Selain IRSE, HIPPINDO juga akan menggelar HARMONI Awards ke-5, sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan, institusi, dan individu yang berkontribusi terhadap kemajuan sektor ritel modern Indonesia.
Penghargaan tersebut turut menyoroti peran industri ritel dalam memperkuat distribusi barang, bermitra dengan UMKM, menciptakan lapangan kerja, mendorong transformasi digital, menjaga ketahanan pangan, serta menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.
Sinergi BINA August, HARMONI, dan IRSE 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem perdagangan nasional, meningkatkan daya saing industri ritel, memperluas kemitraan dengan UMKM, serta mendorong konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (RBS)
