Notification

×

Iklan

Iklan

Golkar Purwakarta Santuni Anak Yatim di HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

Jumat, 07 Agustus 2026 | 18:20 WIB Last Updated 2026-08-07T11:20:21Z
Sekretaris DPD Partai Golkar Purwakarta, Dias Rukmana Praja, memveri santunan kepada anak yatim

Purwakarta.Internationalmedia.id.- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Purwakarta menggelar tasyakuran dan memberikan santunan kepada 20 anak yatim di Aula Kantor DPD Partai Golkar Purwakarta, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Golkar Purwakarta, kader partai, tokoh masyarakat, serta 20 anak yatim dari lingkungan sekitar kantor DPD. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan penyerahan santunan secara langsung.

Sekretaris DPD Partai Golkar Purwakarta, Dias Rukmana Praja, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk syukuran atas instruksi sekaligus inisiatif kader di daerah.

"Kegiatan hari ini dalam rangka tasyakuran terkait ulang tahunnya Ketua Umum DPP Partai Golkar, Kanda Bahlil Lahadalia yang ke-50. Kami diinstruksikan dan atas inisiatif kader Golkar Purwakarta merayakannya dengan mengundang pengurus dan sekitar 20 anak yatim dari daerah sekitar kantor DPD," kata Dias di Purwakarta, Jumat (7/8/2026).

Dias berharap momentum tasyakuran ini memberikan keberkahan bagi seluruh kader serta memberikan kekuatan kepada Bahlil Lahadalia dalam memimpin partai.

"Mudah-mudahan acara tasyakuran ini membawa berkah buat kita semua, khususnya kader Golkar, serta Pak Bahlil disehatkan dan dikuatkan dalam menjalankan roda organisasi di Partai Golkar," ujarnya.

Selain membahas kegiatan tasyakuran, Dias turut merespons pertanyaan wartawan terkait isu laporan ke Dewan Etik serta kesiapannya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Purwakarta.

Terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang menyeret namanya, Dias mengaku belum menerima surat resmi dari pihak partai.

"Saya tidak pernah mendapatkan suratnya secara resmi terkait yang beredar itu. Kedua, saya sudah laporkan ke pihak kepolisian agar nanti terang benderang di sana," tegas Dias.

Dias menduga isu yang muncul menjelang pelaksanaan Musda tersebut memiliki motif politik tertentu untuk menggagalkan pencalonan kader. Kendati demikian, ia menegaskan kesiapannya apabila diusung dalam bursa pemilihan Ketua DPD Golkar Purwakarta mendatang.

"Kalau untuk calon, saya siap maju untuk Golkar Kabupaten Purwakarta," pungkasnya. (Ir)

×
Berita Terbaru Update