Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Toba Tegaskan Jangan Ada Lagi Kekerasan dan Bullying Terhadap Anak

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:16 WIB Last Updated 2026-08-04T12:16:41Z
Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, di Hari Anak

Balige.Internationalmedia.id.- Bupati Toba, Effendi Sintong P. Napitupulu, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak harus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar program seremonial pemerintah. 

Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Toba di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Balige, Selasa (4/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan secara menyeluruh sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

"Perlindungan anak harus menjadi budaya dan bukan hanya sekadar program. Anak adalah harta paling berharga bagi setiap orang tua dan masa depan bangsa yang harus kita jaga bersama," tegas Effendi.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDPPA) Kabupaten Toba, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 31 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Menurutnya, angka tersebut masih cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Karena itu, Bupati berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk menekan angka kekerasan.

"Saya berharap bukan hanya pemerintah daerah, tetapi seluruh stakeholder, termasuk organisasi yang bergerak di bidang perempuan dan anak, dapat bersama-sama berkolaborasi dengan PMDPPA untuk mengurangi angka kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Selain persoalan kekerasan, Bupati juga menyoroti maraknya praktik perundungan (bullying) yang masih terjadi di lingkungan pendidikan. Ia berharap ke depan pemerintah daerah dapat menyusun regulasi yang mampu mencegah bullying di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif para orang tua dalam memantau perkembangan anak.

"Orang tua harus peka apabila melihat perubahan perilaku anak di rumah. Perkembangan anak harus terus dipantau, baik saat berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah," katanya.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Toba juga dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan serta penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada sejumlah anak sebagai bentuk pemenuhan hak identitas mereka.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus, perwakilan Kejaksaan Negeri Toba, Kodim 0210/TU, Polres Toba, Pengadilan Negeri Balige, Ketua TP PKK Kabupaten Toba sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu, Staf Ahli I TP PKK Kabupaten Toba Ny. Riama Audi Murphy, para staf ahli bupati, asisten, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba.(MC/Ung)

×
Berita Terbaru Update