![]() |
| Budi Arie Setiadi (kiri) didampingi Ketua Bara Muda, Reza Yoga Suara |
Jakarta.Internationalmedia.id.- Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya soal kemungkinan dinamika politik nasional bergerak lebih cepat dari Pemilu 2029.
Klarifikasi disampaikan Budi Arie dalam jumpa pers bersama Ketua Bara Muda Reza Yoga Suara di Langit Seduh Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).
Pernyataan Budi Arie sebelumnya mencuat saat ia hadir dalam forum bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan para relawan. Dalam forum itu ia menyampaikan pandangan pribadi terkait potensi percepatan politik nasional.
Pernyataan tersebut viral dan memicu beragam tafsir di publik, termasuk respons dari elite partai.
“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan tidak nyaman dengan pernyataan saya. Saya bertanggung jawab penuh atas pernyataan tersebut karena itu murni analisis saya pribadi,” kata mantan Menteri Kominfo itu.
Budi Arie menegaskan analisisnya tidak mewakili siapapun, termasuk Jokowi. Ia juga meminta publik tidak membingkai pernyataannya seolah-olah merupakan sikap atau kehendak mantan Presiden.
“Pernyataan itu pandangan saya pribadi. Tidak ada kaitannya dengan Pak Jokowi atau pihak lain,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menilai pernyataan soal “percepatan politik” perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi.
Dalam jumpa pers tersebut, publik menanti penjelasan lebih detail mengenai dasar analisis Budi Arie. Termasuk bagaimana sikap Projo terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan agenda politik nasional ke depan.
Budi Arie belum merinci lebih jauh skenario yang ia maksud. Namun ia menekankan, sebagai warga negara ia bebas menyampaikan analisis politik berdasarkan pengamatan.
Jumpa pers ini menjadi momentum Budi Arie untuk meluruskan narasi yang berkembang dan menegaskan posisi Projo tetap solid mendukung pemerintahan saat ini.(tom)
