![]() | |
| Telkom Kembangkan Desa Purwaraja Menjadi Desa Wisata Bambu Berbasis Budaya dan Kuliner Lokal |
Mendukung tren positif tersebut, TelkomGroup terus menghadirkan kontribusi nyata melalui pengembangan Desa Purwaraja menjadi Desa Wisata Bambu yang mengangkat potensi budaya, kopi lokal, dan kuliner khas sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Memaknai perjalanan 61 tahun Telkom Indonesia dengan mengusung semangat Bersama Telkom Jadi Bisa, perusahaan terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui berbagai inisiatif pemberdayaan yang berkelanjutan.
Salah satunya diwujudkan melalui implementasi BISA Kreatif dan program Desa Binaan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal. Bantuan yang mulai disalurkan sejak September 2025 tersebut kini menunjukkan hasil yang signifikan.
Desa Purwaraja berhasil berkembang menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbasis budaya melalui pertunjukan seni Mabokuy (Manusia, Boboko, Dudukuy), atraksi khas berbahan anyaman bambu yang menampilkan penari di dalam replika perlengkapan tradisional.
Selain itu, desa ini juga menghadirkan potensi kopi lokal berkualitas serta beragam kuliner tradisional yang menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Program pengembangan ini diwujudkan melalui pendampingan yang komprehensif, mulai dari peningkatan infrastruktur pariwisata, pengembangan produk kopi dan kuliner lokal, pelatihan tata kelola destinasi wisata, hingga penguatan kapasitas pemasaran melalui pemanfaatan media sosial.
Pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola potensi desanya secara mandiri, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan nilai tambah yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan, "Melalui pengembangan Desa Wisata Bambu di Desa Purwaraja, Telkom ingin memastikan bahwa setiap inovasi dan dukungan yang diberikan mampu mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari seni budaya, kopi, hingga kuliner khas.
Kami percaya bahwa pemberdayaan masyarakat yang berakar pada kekayaan lokal tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Telkom akan terus memperkuat kolaborasi agar setiap potensi lokal dapat berkembang menjadi sumber daya yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memiliki daya saing di tingkat yang lebih luas."
Program pengembangan Desa Wisata Bambu merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam membangun ekosistem masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya dan pengembangan kawasan perdesaan yang berkelanjutan.(ter)
