![]() |
| Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait |
Bandung.Internationalmedia.id.- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan. Pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan sekitar 1.000 unit rumah susun di Kota Bandung.
Pembangunan ini sebagai bagian dari implementasi program nasional dalam mempercepat pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah melalui berbagai terobosan agar masyarakat semakin mudah memiliki hunian.
Menurutnya, Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang akan mendapat perhatian dalam pengembangan hunian vertikal.
"Kalau saya tidak salah, Kota Bandung belum pernah mendapatkan pembangunan rumah susun sebanyak 1.000 unit sekaligus. Pada masa Presiden Prabowo inilah kita bangun 1.000 rumah susun di Kota Bandung," ujar Maruarar, si Bandung Rabu(15/7).
Wali Kota Bandung, Farhan mengatakan, penyediaan perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
Namun menurutnya, penyediaan hunian masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari regulasi yang beririsan hingga harga rumah yang semakin sulit dijangkau masyarakat.
"Melalui Program Tiga Juta Rumah dari Presiden Prabowo, dogma bahwa generasi sekarang tidak mungkin memiliki rumah akan kita bongkar bersama-sama. Setiap orang di negeri ini berhak memiliki atap di atas kepalanya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya," ujar Farhan.
Ia menilai, program nasional tersebut menjadi peluang bagi Kota Bandung untuk mempercepat penataan kawasan yang selama ini belum tertata menjadi lingkungan permukiman yang layak huni, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau.
Menurut Farhan, pembangunan kawasan hunian di Kota Bandung juga harus terintegrasi dengan pengembangan sistem transportasi publik. Karena itu, konsep Transit Oriented Development (TOD) akan menjadi salah satu arah pembangunan permukiman di masa mendatang.
"Pembangunan rumah susun dalam skema Transit Oriented Development, yaitu kawasan hunian yang terintegrasi dengan simpul-simpul transportasi publik, menjadi sangat penting. Salah satu indikator kesejahteraan dan produktivitas sebuah kota adalah tingginya mobilitas masyarakatnya," katanya.
Farhan memastikan, Pemkot bersama DPRD Kota Bandung akan terus mendorong berbagai penyesuaian kebijakan agar pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah dapat berjalan optimal di Kota Bandung.
"Kami dari Pemerintah Kota Bandung bersama seluruh kepala perangkat daerah dan DPRD akan selalu berkomitmen melakukan terobosan-terobosan aturan agar Program Tiga Juta Rumah di seluruh Indonesia terwujud juga di Kota Bandung," tuturnya.*
