![]() |
| Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 |
Purwakarta.Internationalmedia.id.— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Purwakarta,Senin(20/7)
Acara yang berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya Sunda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zain), Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami, jajaran Forkopimda, perwakilan DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Barat, serta para kepala daerah sahabat seperti Wali Kota Depok dan Bupati Cianjur.
Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zain), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
Om Zain menegaskan bahwa sinergi antara Pemkab Purwakarta dan Pemprov Jabar berjalan sangat solid, terutama dalam penanganan infrastruktur jalan strategis.
"Perhatian Gubernur Dedi Mulyadi terhadap Purwakarta tidak pernah berubah. Pembangunan jalan-jalan strategis, termasuk penanganan jalan poros tengah untuk mengurai kemacetan di kawasan vital seperti Pasar Jumat dan Sadang, kini diakselerasi oleh Pemprov Jabar. Kami berkomitmen menjaga tata kelola yang objektif dan profesional demi kesejahteraan warga," ujar Om Zain.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan pidato kebudayaan yang menekankan perlunya transformasi pola pikir dalam birokrasi dan kepemimpinan.
Menurut KDM, seorang pemimpin tidak boleh terjebak dalam formalitas aturan atau sekadar mengejar jabatan semata, melainkan harus memadukan kepemimpinan struktural dengan kepemimpinan kultural yang bertumpu pada empati, keikhlasan, dan kearifan lokal.
* Pembangunan Berkarakter: Pembangunan daerah harus disesuaikan dengan karakter geografis dan potensi masyarakat setempat (karakter pegunungan, pesisir, pertanian, maupun perkotaan).
* Perlindungan Ekosistem: Menolak tegas eksploitasi alam berlebihan yang merusak lingkungan, seperti penambangan pasir irasional yang merusak rantai ekosistem.
* Evaluasi Isu Pendidikan & Generasi Muda: Menyoroti tantangan fisik dan moral anak usia dini akibat paparan gadget berlebihan, penggunaan sepeda motor di bawah umur, konsumsi makanan/minuman tidak sehat, perundungan (bullying), serta pentingnya mengembalikan rasa hormat kepada figur guru.
• Keberanian Bertransformasi: Pemimpin sejati harus berani mengambil kebijakan perubahan yang substantif untuk persiapan menuju Indonesia Emas 2045, bukan sekadar mengejar popularitas elektoral atau formalitas LKPJ/WTP.
Rapat Paripurna dibuka dan ditutup secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Sri Puji Utami. Dalam sambutan penutupnya, Sri Puji Utami mengucapkan selamat hari jadi serta memberikan penghargaan kepada seluruh elemen yang konsisten membangun Purwakarta.
"Atas nama Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Purwakarta ke-195 dan Kabupaten Purwakarta ke-58. Terima kasih kepada pemerintah, pihak swasta, dan seluruh masyarakat yang telah bersinergi mewujudkan Purwakarta Istimewa," tutur Sri Puji Utami sebelum mengetuk palu penutupan sidang.
Peringatan Hari Jadi tahun ini dikemas dalam nuansa seni tradisi yang kental. Acara diawali dengan Tarian Mapag dan Tarian Maung Lugay, dilanjutkan pembacaan Babad Purwakarta oleh budayawan Kang Ayi Kurnia diiringi alunan alat musik Tarawangsa.
Suasana makin semarak dengan Tarian Cening Paras Ayu & Kembang Janger oleh Nyi Hyang Sukma Ayu bersama Manca Academy Bali, hiburan musik dari EMKA 9 dan Charly Van Houten, serta ditutup dengan doa bersama unsur Kemenag. (Ir)
