Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada! Memijat Tulang Anak yang Patah dapat Menyebabkan Cacat

Selasa, 30 Juni 2026 | 14:42 WIB Last Updated 2026-06-30T07:42:56Z
dr.Gabriel Klemens Wienanda, saat pemaparan

Jakarta.Internationalmedia.id-Sebagai orang Indonesia, banyak dari kita segera pergi ke tukang urut jika tangan atau kaki anak tidak bisa digerakkan atau bengkak akibat jatuh. 

Padahal tindakan tersebut justru berbahaya. Memijat atau mengurut bagian tubuh yang mengalami patah tulang dapat menyebabkan komplikasi serius hingga cacat permanen pada anak.

 Lantas mengapa patah tulang anak tidak boleh diurut ?, berikut penuturan  dr.Gabriel Klemens Wienanda M.Ken (Surg) Sp.OT-AIFO-K, dokter spesialis anak Eka Hospital Cibubur, saat berbincang dikawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin(29/06/2026).

”Anatomi tulang anak berbeda dengan orang dewasa”, kata dr.Gabriel,  Tulang anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki area khusus yang disebut lempeng pertumbuhan. 

Lempeng ini merupakan jaringan tulang rawan yang terletak di dekat ujung tulang panjang dan berperan dalam pertumbuhan, pertambahan panjang serta bentuk tulang anak.

Jaringan ini sangat lunak dan sensitif. Jika area ini mengalami cedera dan ditangani secara sembarangan, seperti diurut atau ditarik, lempeng ini bisa rusak permanen. Akibatnya, pertumbuhan tulang anak terhenti, membuat tulang tumbuh bengkok, atau panjang sebelah antara kaki/tangan kanan dan kiri saat mereka dewasa nanti.

Memijat, mengurut, atau memanipulasi tulang yang patah secara paksa dapat menimbulkan berbagai komplikasi klinis yang fatal diantaranya Kerusakan saraf dan pembuluh darah
Pertolongan pertama saat patah tulang

Jika anak jatuh dan menunjukkan gejala cedera tulang berat, lakukan langkah pertolongan pertama berikut secara tenang: Jangan digerakkan, Pasang penyangga darurat: Kompres dingin: Bawa ke rumah sakit: Segera bawa anak ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan X-Ray untuk melihat kondisi pasti di dalam tulang.

Setelah mendapatkan hasil, segera bawa anak ke Dokter Spesialis Ortopedi, karena penanganan cedera tulang pada anak membutuhkan ketelitian dan pendekatan medis khusus.

Proses ini sebaiknya dilakukan dengan konsisten, mengapa ?, karena dari hasil X Ray akan dirujuk penanganan yang sesuai.

Lebih lanjut, dr.Gabriel Klemens Wienanda juga menyampaikan bahwa bersama tim ortopedi anak Eka Hospital Cibubur siap membantu proses pemulihan anak secara optimal karena  memiliki fasilitas diagnostik dan penanganan cedera tulang yang modern serta dokter spesialis berpengalaman, (RBS)

×
Berita Terbaru Update