Peluncuran ini sebagai wujud komitment UBM menjadi Perguruan Tinggi yang memiliki keunggulan akademik dan kolaborasi internasional. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, dan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang inovatif dan relevan bagi generasi masa depan.
BM AI Tutor terintegrasi dengan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) ini jadi yang pertama di Indonesia sekaligus merupakan wujud komitment UBM untuk terus menunjukan komitmentnya sebagai Perguruan Tinggi yang berorientasi yang menghubungkan teknologi AI dengan capaian pembelajaran mahasiswa secara langsung.
Peluncuran BM AI Tutor menjadi langkah strategis UBM dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan tinggi di era digital. Platform ini dirancang sebagai tutor privat digital yang dapat diakses mahasiswa kapan saja dan di mana saja untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, personal, dan terukur.
BM AI Tutor diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi pendidikan tinggi Indonesia serta memperkuat komitmen Universitas Bunda Mulia dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, relevan, dan berdaya saing global, ujar Doddy Surja Bajuadji, M.B.A, Rektor Universitas Bunda Mulia di Kampus UBM-Serpong, Banten, Rabu(10/06/2026).
Yang membedakan BM AI Tutor dari berbagai platform AI lainnya adalah integrasinya secara langsung dengan kurikulum OBE yang diterapkan di Universitas Bunda Mulia.
Melalui integrasi tersebut, setiap aktivitas pembelajaran, latihan, diskusi, hingga evaluasi yang dilakukan melalui platform ini disusun untuk mendukung Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Dengan pendekatan tersebut, BM AI Tutor tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh jawaban atas pertanyaan akademik, tetapi juga membimbing proses belajar agar tetap selaras dengan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata kuliah.
Selain itu, platform ini juga memberikan dukungan kepada dosen melalui data dan informasi yang lebih akurat untuk memetakan tingkat ketercapaian CPMK mahasiswa secara berkelanjutan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih terstruktur, objektif, dan berbasis data.
Dalam kesempatan ini juga, UBM menghadirkan para pakar AI untuk berdiskusi dengan mengangkat tema “Navigating the Future of Higher Education with AI” dengan pembicara Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, S.Kom., M.Kom seorang Guru Besar dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Bapak Ernest Tjahjana, M.B.A. selaku Chief Operation Officer Digital Place Vision (DPV), dan Ibu Alaniah Nisrina, M.Eng. dosen program studi Kecerdasan Buatan Universitas Bunda Mulia.
BM AI Tutor juga mengimplementasikan pendekatan Student-Centered Learning (SCL) yang mendorong mahasiswa untuk belajar secara aktif dan mandiri. Melalui berbagai fitur interaktif yang tersedia, mahasiswa didorong untuk meningkatkan partisipasi dalam proses pembelajaran, memperkuat motivasi belajar, serta membangun budaya akademik yang kompetitif sekaligus kolaboratif.
Platform BM AI Tutor sendiri merupakan hasil pengembangan kolaboratif antara mahasiswa dan dosen Universitas Bunda Mulia bersama digitalplace.ai, sebuah perusahaan AI dan Robotics yang berbasis di Singapura.
Melalui peluncuran UBM AI Tutor, UBM berharap dapat memperkuat implementasi pembelajaran berbasis capaian sekaligus mendorong mahasiswa menjadi pembelajar yang lebih aktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital. (rbs)
