Notification

×

Iklan

Iklan

Toga Sinaga, Kuat Karena Bersatu

Jumat, 15 Mei 2026 | 13:27 WIB Last Updated 2026-05-15T06:27:45Z
Dewan Pakar PPTSB, Wilmar Eliaser Simanjorang

Samosir.Internationalmedia.id.-
Parsadaan bukan sekadar tempat berkumpulnya satu marga, melainkan ruang persaudaraan yang menjaga manusia tetap kuat di tengah perubahan zaman.

Sejarah PPTSB (Parsadaan Punguan Toga Sinaga,Boro,Bere)membuktikan bahwa kekuatan terbesar lahir bukan dari kekayaan atau kekuasaan, tetapi dari persatuan, pengorbanan, dan semangat saling menopang sebagai satu keluarga besar.

Hal ini disampaikan Dewan Pakar PPTSB, Wilmar Eliaser Simanjorang Sinaga berkaitan dengan akan diselenggarakannya Mubes PPTSB, 31 Okt s/d 1 Nov 2026 di Medan. 

Ia juga sekaligus mengajak masyarakat khususnya Keturunan TOGA SINAGA mendukung kesuksesan Mubes tersebut.

Dikatakan, para pendiri PPTSB telah mewariskan satu kesadaran penting: bahwa kebersamaan adalah sumber ketahanan hidup. Dari tanah rantau, dari keterbatasan, dan dari perjuangan lintas generasi, lahirlah semangat “Margogo ala ni Namarsada” — kuat karena bersatu, katanya, Jumat(15/2) siang ini.

Kearifan Batak mengajarkan: “Tampulon aek do na mardomu, alai holong do na marsihohot.” Air dapat berkumpul karena tempatnya, tetapi kasihlah yang mempersatukan hati.

Karena itu, parsadaan tidak boleh menjadi ruang persaingan, dominasi, atau kepentingan pribadi. Parsadaan harus menjadi rumah bersama yang mempersatukan generasi, menghormati perbedaan, dan menguatkan satu sama lain demi martabat bersama.

Dari sejarah panjangnya, PPTSB telah bergerak dari ikatan genealogis menuju kekuatan sosial dan budaya. Dari parsadaan menuju peradaban. Sebab organisasi yang besar bukan hanya mampu menjaga warisan leluhur, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berintegritas, berpengetahuan, berbudaya, dan berguna bagi masyarakat luas.

Pada akhirnya, masa depan PPTSB tidak ditentukan oleh siapa yang paling menonjol, tetapi oleh seberapa kuat seluruh pomparan menjaga persatuan dan berjalan bersama sebagai satu keluarga besar lintas generasi.

Sebab hanya dengan persatuan, warisan akan tetap hidup dan peradaban akan terus bertumbuh, tutupnya. *

×
Berita Terbaru Update