Notification

×

Iklan

Iklan

Rhenald Kasali Mendorong Siswa Kembali Menulis Dengan Tangan

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:58 WIB Last Updated 2026-03-11T03:58:55Z

Bandung.Internationalmedia.id.-Akademisi, Prof Rhenald Kasali,Ph.D menyoroti fenomena menurunnya kemampuan dasar siswa akibat ketergantungan berlebihan pada perangkat digital. 

Ia menyebut, sejumlah negara mulai kembali menekankan kebiasaan menulis tangan dan penggunaan buku cetak dalam proses pembelajaran. Di Inggris misalnya, siswa sekolah dasar kini didorong, bahkan diwajibkan menulis tangan setiap hari sebagai bagian dari kegiatan refleksi dan penguatan kemampuan berpikir.

“Di Inggris, sekarang anak-anak SD setiap hari diminta menulis tangan untuk menuangkan refleksi dan pandangan mereka. Saya sempat bertanya kepada para neuroscientist di sana, mengapa kebiasaan ini kembali ditekankan. Mereka menjelaskan bahwa temuan di bidang neurologi menunjukkan anak yang menulis dengan tangan memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan yang sepenuhnya bergantung pada perangkat digital,” tuturnya.

Ia menambahkan, tren serupa mulai terlihat di negara-negara Skandinavia yang kembali mendorong penggunaan buku cetak dalam pembelajaran. Hal ini dipicu kekhawatiran bahwa generasi saat ini memiliki daya ingat yang lebih lemah dibandingkan generasi sebelumnya karena terlalu cepat beralih ke teknologi digital.

Rhenald juga membagikan pengalaman saat melakukan evaluasi dalam sebuah pelatihan. Ia meminta peserta mengisi formulir evaluasi secara tertulis, namun sebagian besar peserta justru meminta versi digital.

“Saya bagikan formulir evaluasi dan meminta mereka menuliskannya. Ternyata, sebagian besar meminta versi digital. Ketika saya tanya alasannya, mereka mengatakan sudah tidak terbiasa menulis tangan. Ini menunjukkan kemampuan dasar tersebut mulai tergantikan oleh kebiasaan menggunakan gawai,” ungkapnya.

Seimbangkan Teknologi dan Literasi Dasar

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan penguatan keterampilan dasar siswa.

“Transformasi digital dalam pendidikan memang tidak bisa dihindari, namun keterampilan dasar seperti membaca, menulis tangan, dan kemampuan berpikir reflektif tetap harus diperkuat. Menulis tangan memiliki peran penting dalam melatih konsentrasi, daya ingat, serta kemampuan mengolah gagasan siswa,” ungkapnya, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, sekolah perlu bijak memanfaatkan teknologi agar tidak menghilangkan keterampilan fundamental yang menjadi fondasi proses belajar.

“Kami mendorong satuan pendidikan untuk tetap memberikan ruang bagi aktivitas literasi yang melibatkan tulisan tangan. Sehingga, siswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tapi juga memiliki kemampuan berpikir yang kuat dan terstruktur,” pungkasnya.*
×
Berita Terbaru Update