![]() | |
| Gubernur DKI Pramono Anung didampingi istri dan Wagub Rano Karno dan istri serta Wamen Kemenekraf Irene Umar. |
Gubernur Pramono menyampaikan, penyelenggaraan Festival Imlek Jakarta 2026 merupakan wujud komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama di Ibu Kota.
Lebih lanjut Pramono juga menegaskan bahwa Jakarta akan menjadi kota global yang inklusif dan terbuka bagi seluruh latar belakang agama serta budaya. Ia menegaskan perayaan Imlek merupakan bagian dari wajah keberagaman Jakarta.
"Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapapun, bagi semua agama yang diakui pemerintah, termasuk merayakan Imlek di Jakarta," kata Pramono.
Gubernur Pramono menegaskan, masyarakat Tionghoa memiliki kontribusi besar dalam pembentukan budaya Betawi. Akulturasi budaya tersebut menjadi salah satu kekuatan Jakarta sebagai kota yang kaya akan keberagaman.
Apresiasi juga disampaikan Pramono kepada para peserta ensambel kolosal sekitar 50 alat musik Tionghoa dan melibatkan berbagai komunitas lintas budaya. Ia menyoroti keterlibatan komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda yang membawakan lagu-lagu berbahasa Mandarin sebagai simbol nyata harmoni dalam keberagaman.
Festival Imlek Jakarta di Bundaran HI berlangsung pada 13–17 Februari 2026. Kegiatan ini menampilkan 3D lantern 12 shio, harmony lantern walk, pagoda LED Cahaya Harmoni, God of Fortune Cai Sen Ye, liong dance, parade barongsai, hingga pertunjukan laser.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rangkaian kegiatan perayaan Imlek 2026 lainnya, antara lain Lomba Dekorasi Imlek Jakarta yang diikuti sekitar 98 gedung dan berlangsung hingga 17 Februari 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperindah wajah kota serta menghadirkan suasana Imlek di berbagai sudut Jakarta.
Selanjutnya ada Festival Pecinan Jakarta yang akan digelar pada 15–17 Februari 2026 di Anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Harmoni Jakarta powered by Jakarta City Branding pada 15–17 Februari 2026 di Blok M Hub, serta Semarak Imlek Nasional yang dimeriahkan dengan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Tak hanya itu, Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition akan digelar pada 16–17 Februari 2026 di Kota Tua Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga menyelenggarakan Festival Kelenteng Jakarta dengan melibatkan kelenteng-kelenteng di Jakarta untuk menampilkan semarak perayaan Imlek.
Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok.
“Semua kegiatan ini berlangsung atas kerja sama semua pihak. Inilah semangat kolaborasi untuk menghadirkan perayaan Imlek yang meriah dan inklusif di Jakarta,” ujar Gubernur Pramono.
![]() |
| Ornamen Harmony Imlek di Bundaran HI |
Festival Imlek Jakarta 2026, walau baru pertama kali diselenggarakan, antusias masyarakat untuk menyaksikan cukup tinggi. Ditambah mereka yang datang tak lupa menggunakan baju berwarna merah atau Chongsam menyesuaikan koordinator masing masing perkumpulan.
Alunan musik khas Tiongkok dan lagu lagu yang dinyanyikan sontak diikuti para pengunjung yang hadir, bahkan Gubernur Pramono Anung, Wamen Ekraf Irene Umar, Anggota DPR RI Charles Honoris pun turut serta bernyanyi.
Beberapa perkumpulan yang tampak adalah Perkumpulan Hakka Indonesia Sejahtera yang dipimpin Sugeng Prananto, Harjanto Yap, Jeane Laksana, Paguyuban Meizhou Indonesia yang dipimpin Muliawan Jahja, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia(PSMTI), Ricky Suharlim, Liauw Amung, Lusiana, Ketua Perwanti PSMTI Pusat Helga Abraha, PSMTI Jakarta Barat di pimpin Kokiki Hosea dan lainnya. (bmg)


