Notification

×

Iklan

Iklan

Kadisdik Sebut KDM Ingin Seluruh Siswa di Jabar Cinta Alam Sejak Dini

Senin, 09 Februari 2026 | 17:44 WIB Last Updated 2026-02-09T10:44:13Z

Bandung.Internationalmedia.id.- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto kembali mengingatkan jajarannya untuk menanamkan semangat kecintaan terhadap alam dan lingkungan kepada seluruh siswa di Jawa Barat.

Menurut Kadisdik, pesan tersebut berulang kali disampaikan oleh Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM). “KDM selalu meminta saya agar para guru (dalam proses belajar-mengajar) menanamkan semangat mencintai alam,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Mengutip pesan KDM, Kadisdik menegaskan bahwa masa depan bumi sangat ditentukan oleh sikap generasi muda hari ini. "Oleh karena itu, pendidikan cinta alam sejak dini bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendasar," tegasnya.

Kadisdik menilai, sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar peduli, bertanggung jawab, dan beretika terhadap lingkungan. Dalam pandangannya, alam bukan sekadar latar kehidupan manusia, melainkan sumber kehidupan itu sendiri.

“Air, udara, tanah, dan hutan adalah penopang keberlangsungan umat manusia. Ketika siswa sejak kecil diajak memahami hubungan ini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa merusak alam sama artinya dengan merusak masa depan mereka sendiri. Sebaliknya, menjaga alam berarti merawat kehidupan,” tuturnya.

Gerakan Menanam Bambu

Dalam konteks tersebut, Kadisdik menjelaskan, semangat mencintai alam telah dirintis sejak dirinya menjabat Kadisdik di Purwakarta, salah satunya melalui gerakan menanam bambu.

Menurutnya, bambu merupakan sarana pembelajaran yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain tumbuh cepat, kuat, dan serbaguna, bambu juga mampu menyerap karbon, mencegah erosi tanah, menyimpan air, serta memberikan manfaat ekonomi dan budaya.

“Mulai dari alat rumah tangga, bangunan hingga seni dan musik tradisional, bambu menjadi bukti bahwa alam menyediakan solusi ramah lingkungan jika dikelola dengan bijak,” tegasnya.

Mencintai bambu, lanjutnya, berarti belajar menghargai kearifan alam sekaligus kearifan lokal. Siswa dapat diajak menanam dan merawat bambu serta memahami manfaat ekologis dan sosialnya. Dari proses tersebut, mereka belajar kesabaran, tanggung jawab, dan kerja sama. “Bambu mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak sederhana dapat memberi manfaat besar bagi banyak orang,” ujarnya.

Kadisdik menilai, kepedulian terhadap bambu dapat menjadi pintu masuk pendidikan lingkungan yang lebih luas. Siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mengalami langsung praktik menjaga alam. 

“Pengalaman seperti inilah yang akan membentuk empati ekologis dan kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem, bukan penguasa tunggalnya,” tegasnya.

Ia berharap, dengan menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan bambu sejak dini, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan ekologis. “Generasi inilah yang kelak mampu mengambil keputusan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian bumi,” pungkasnya*

×
Berita Terbaru Update