![]() |
| Chamgon Kenting Taisitupa, saat menuju puncak Stupa di Candi Borrobudur, Rabu(7/01/20260)-foto. Ist. |
Magelang.Internationalmedia.id- Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa, pemimpin Buddha, memulai serangkaian pengajaran Buddha di Candi Borobudur, Magelang.
Chamgon Kenting Taisitupa yang sangat berpengaruh dalam garis keturunan Kagyu, kedatangannya disambut langsung oleh Karuna Murdaya, Sekretaris Jenderal Pusat Palpung di Indonesia.
Sekjen Majelis Palpung Indonesia, Karuna Murdaya, menyatakan Chamgon Kenting Taisitupa, salah satu guru paling tinggi di aliran Kagyu, dari Tibet dan salah satu perguruan yang paling tua dari Tibet. Jumlah masternya yang se-level ini senioritas sangat terbatas. Kita berbahagia mendapat waktunya, kata Karuna Murdaya, Selasa, 6 Januari 2025 lalu.
Para Bhiksu hingga penganut Buddhis Karma kagyu yang antusias juga memberikan sambutan hangat kepada guru besar asal India tersebut. Mereka berbaris dengan membawa kain putih hingga bunga, turutut mendampingi Karuna Murdaya.
Rangkaian Acara
Dikutip dari harian mandarin Inhua, serta instagram WALUBI, dan Metro News, Guru tertinggi dari tradisi Karma Kagyu, Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa, diawali dengan melakukan kunjungan spiritual ke Candi Borobudur, Jawa Tengah, Rabu (7/01/2025) untuk melaksanakan Pradaksina yaitu tradisi ritual meditasi berjalan mengelilingi candi searah jarum jam sebanyak tiga kali.
Menurut Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa, Borobudur miliki nilai Spiritual Tinggi dalam Tradisi Vajrayana. Sang guru pun memimpin meditasi, diikuti umat Buddhis dari Indonesia, ada juga dari Singapura, Malaysia, Australia dan Eropa.
” Saya terus mempromosikan Borobudur, sebagai tempat praktek dan pendidikan Buddhis seluruh dunia,” kata Karuna usai pelaksanaan Pradaksina.
Guru Vajradhara Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa selanjutnya melakukan rangkaian acara Dharma Teaching and Empowerment yang digelar di Magelang pada 8-11 Januari 2026, yang diinisiasi oleh Perwakilan umat Buddha (WALUBI) dan Palpung Indonesia.
Hari pertama Kamis (8/01/2025) kegiatan diisi upacara doa dan pemberkatan berskala besar, diikuti oleh ceramah Buddhis dengan tema "Kebijaksanaan Hidup yang Bermakna," dan hari terakhir (11/01/2025) akan diakhiri dengan upacara pemberian pemberdayaan Buddha Maitreya di Graha Palpung Padmasambhava Magelang.
Setelah di Magelang, Chamgon Kenting Taisitupa akan memberikan dharma Buddhis dengan tema "welas asih" akan diadakan di Jakarta International Convention Center - Kemayoran (JI EXPO) mulai tanggal 16 hingga 17 Januari, dan upacara pemberdayaan Bodhisattva Avalokiteshvara akan diadakan pada tanggal 18 Januari.
Harapan atas kegiatan Spiritual dan Dharma
WALUBI dan Palpung Indonesia, berharap kegiatan Buddhis tahun ini tidak hanya menjadi kesempatan penting bagi umat Buddha untuk memperdalam praktik spiritual mereka, tetapi juga melampaui kegiatan keagamaan itu sendiri, dan sebaliknya berfungsi untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya dan spiritual Borobudur dan kompleks candi Buddha di sekitar masyarakat kepada umat Buddha di dunia.
“Karena kami berharap dapat mempromosikan Borobudur dan biara-biara serta fasilitas di sekitarnya, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat ziarah Buddha di Indonesia, serta pusat penting untuk pendidikan agama dan spiritual, “ imbuh Karuna.
Dijelaskan, Yang Mulia Chamgon Kenting Taisitupa Rinpoche ke-12 ini adalah seorang guru Buddha yang sangat dihormati dalam aliran Kagyu. Beliau memimpin jaringan global biara-biara Kagyu, pusat retret, dan pusat Dharma, dan telah memberikan kontribusi luar biasa dalam melatih generasi penerus guru Buddha.
Berdasarkan data diterima, Chamgon Kenting Taisitupa memimpin jaringan global biara Kagyu, pusat retret, dan pusat Dharma, serta telah memberikan kontribusi luar biasa dalam melatih generasi baru guru Buddhis.
Beliau juga seorang cendekiawan, penyair, kaligrafer, seniman, penulis, arsitek, dan ahli Feng Shui. Lahir pada tahun 1954 dari keluarga petani di wilayah Dege, Kham, Tibet, beliau secara luas diakui sebagai inkarnasi Buddha Maitreya.
Konon, pada hari kelahirannya, pemandangan langka muncul di langit setempat di mana dua matahari bersinar secara bersamaan, dan detail kelahirannya sangat sesuai dengan tanda-tanda reinkarnasi yang dijelaskan oleh Karmapa ke-16 dalam surat kenabiannya. (RBS)
