Notification

×

Iklan

Iklan

Pansus XII DPRD Jabar Bakal Memasukkan Sejarah Lokal dalam Ranperda

Rabu, 14 Januari 2026 | 17:48 WIB Last Updated 2026-01-14T10:48:16Z
Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna atau Buky Wibawa bersama Pansus XII kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).

Cirebon.Internationalmedia.id.-Panitia Khusus XII DPRD Provinsi Jawa Barat berencana akan memasukkan aspek sejarah lokal dalam naskah akademik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan. 

Namun demikian, hal tersebut masih dalam tahap diskusi dan tidak menutup kemungkinan ada penambahan lainnya selain sejarah lokal dalam Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan yang saat ini tengah dibahas.  

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna atau Buky Wibawa disela-sela kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Selasa (13/1/2026).

Disamping sejarah lokal, Pansus XII DPRD Jawa Barat pun akan menjadikan Perda tentang Pemajuan Kebudayaan yang dimiliki Kota Cirebon sebagai referensi, dan bahan masukan berharga bagi Pansus XII DPRD Jawa Barat. 

“Kota Cirebon sudah memiliki Perda tentang Pemajuan Kebudayaan. Hal ini tentu menjadi masukan penting bagi kami di Pansus XII DPRD Jawa Barat untuk mempelajari dan dijadikan bahan perbandingan dalam penyusunan Perda di tingkat provinsi,” katanya.

Identitas Budaya Sangat Penting

Dalam kunjungan kerja ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon bersama pimpinan dan anggota Pansus XII DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa mengatakan, Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki identitas budaya sangat kuat dan jelas. Menurutnya, ciri khas tersebut sudah terasa sejak memasuki wilayah Cirebon, ditandai dengan keberadaan Gapura Candi Bentar sebagai simbol budaya.

“Identitas budaya sangat penting ketika kita memasuki suatu wilayah, karena di dalamnya mencerminkan karakter, nilai, dan sejarah masyarakat setempat. Cirebon memiliki kekuatan itu,” katanya.

Buky pun mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan gapura di perbatasan wilayah sebagai penanda identitas budaya daerah. 

Menurutnya, pembahasan mengenai keraton-keraton di Cirebon sangat menarik karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Warisan budaya tersebut dinilai penting untuk terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda, termasuk anak-anak usia dini.

“Keraton di Cirebon merupakan warisan budaya yang sangat bernilai dan harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi selanjutnya sebagai bagian dari identitas budaya Jawa Barat,” pungkasnya.*

×
Berita Terbaru Update