![]() |
| Penandatanganan prasasti MBO oleh Ephorus dan prasasti Mangompoi oleh Praeses, Pendeta Resort, Uluan, Ketua Umum Pembangunan dan Ketua Pesta |
Labuhanbatu.Internationalmedia.id.-Ompui Ephorus HKBP, Pdt Dr. Victor Tinambunan, MST didampingi opung boru (istri)memimpin acara Mangompoi dan Mameakkon Batu Ojahan (MBO) HKBP Marbau Resrot Aek Pamienke Distrik XXVI Labuhanbatu, 18 Januari 2026.
Turut hadir mendampingi pelayan ompui Ephorus, Kepala Biro Jemaat HKBP Pdt Eden Siahaan beserta istri, Praeses Distrik Labuhan Batu Pdt. Herbin Silaban, MTh, Pendeta Resort Aek Pamienke Pdt Lisker Sinaga, STh, Uluan HKBP Marbau Bvr. Irma Desi Sipayung dan beberapa pendeta dari Distrik XVII Labuhanbatu.
Terlihat juga hadir Pdt. Rolina br Boangmanalu mantan Pendeta Resort Aek Pamiengke dan yang pernah menjadi Uluan di HKBP Marbau antara lain Pdt. Risen Parhusip, Pdt Heince Simanjuntak, Diak. Sonti Harianja dan Bvr. Martalina Sihite.
![]() |
| Ephorus Mameakkon Batu Ojahan (Meletakkan Batu Pertama) didampingi Praeses Labuhan Batu |
Tepat pukul 09.00 Ompui Ephorus tiba di kota kecil Marbau di rumah kediaman M.Sebayang/br. Gultom disambut hangat oleh Ketua Panitia Pembangunan, St. Kapler Marpaung dan Ketua Panitia Pesta Peresmian dan Mangompoi, Kompol (Purn) Guntur Siagian.
Ompui Ephorus langsung memimpin penutupan Poti Parpadanan/Batu Ojahan didahului doa lalu menguncinya. Kemudian Poti Parpadanan dibawa ke gereja oleh sintua secara bergantian bersamaam dengan prosesi Ephorus dan rombongan menuju gereja HKBP Marbau untuk acara peresmian pembanguann gereja yang baru selesai dibangun/pugar total, penandatangan prasasti, pengguntingan pita, ibadah minggu dan Mameakkon Batu Ojahan.
Ibadah Minggu dipimpin oleh Pdt. Herbin Silaban, MTh. Pembaca warta oleh Bvr. Desi Sipayung. Setelah pembacaan warta, St Kapler Marpaung membacakan Sejarah HKBP Marbau yang berdiri tahun 1953.
Dalam khotbatnya Ephorus HKBP relevan dengan perjalanan panjang HKBP Marbau yang banyak suka duka nya, tetapi tetap setia dalam Tuhan, sehingga HKBP Marbau dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini.
Ompui juga sambil berkelakar mengatakan bahwa menuju HKBP Marbau juga penuh perjuangan karena menempuh jalan darat selama 9 jam dari kota Tarurung. Khotbah ompui Ephorus sangat dihayati dengaan penuh hikmat oleh seluruh jemaat yang hadir dan sesekali membuat jemaat tersenyum.
Mengutip Sejarah HKBP Marbau yang ditulis dalam Buku Acara, huria ini pertama sekali berdiri bukan dikota Marbau, tetapi di sekitar stasiun kereta api Padang Halaban bagian dari wilayah perkebunan kelapa sawit oleh 9 (Sembilan) kepala keluarga, namun hanya bertahan satu tahun karena lahan bukan milik gereja.
![]() |
| Prosesi menuju gereja. KiKa; G.Siagian, SH, Preses Pdt Herbin Silaban, Ompui Ephorus, St.Kapler Marpaung, Pdt.Lisker Sinaga |
Tahun 1954 gereja barulah pindah ke kota Marbau tepatnya di Pasar Lori, juga hanya bertahan sekitar 6 bulan, lalu kemudian pindah ke perkebunan karet di belakang pasar/kota Marbau. Lahan ini dihibahkan oleh tokoh masyarakat muslim yaitu H. Raja Mansyur kepada HKBP Marbau.
Ini merupakan suatu bukti bahwa kerukunan dan hidup berdampingan sesama umat beragama di kota Marbau sangat baik. Tidak hanya toleransi beragama yang baik, tetapi lebih dari pada itu dimana umat islam menghibahkan lahannya untuk membangun rumah ibadah umat kristiani.
Kemudian pada tahun 1965 gereja HKBP Marbau pindah ke daerah bukit Marbau jalan Sisingamangaraja didirikan oleh 15 (limabelas) KK, tempat dimana acara mangompoi dan MBO dipimpin oleh ompui Ephorus Victor Tinambunan.
Lahan di jalan Sisingamangaraja ini pun adalah pemberian (hibah) dari seorang muslim yaitu Raja Pida kepada HKBP Marbau, walau ada sedikit uang diberikan untuk sahnya pemberian/hibah. Hal ini berarti bangunan gereja lama sebelum dibongkar telah berusia 57 tahun dan telah beberapa kali direnovasi/perbaiki.
![]() |
| Pendeta Resort, Uluan, Ketua Pembangunan, Ketua Pesta dan seluruh Sintua menyaksikan MBO |
Sementara lahan gereja yang di kebun karet saat ini dijadikan TPU Umat Kristen Kecamatan Marbau sampai saat ini. Usia HKBP Marbau sekarang ini berarti sudah 73 tahun.
St. Kapler Marpaung adalah putra kelahiran Marbau yang saat ini bekerja dan domisili di DKI Jakarta, merupakan salah satu anak dari St.R.Marpaung (alm)/R.br.Siagian (alm) salah satu mantan Guru Huria HKBP Marbau.
Jumlah anggota Jemaat HKBP sampai sekarang sebanyak 72 KK atau sebanyak 267 orang. (rel)



