Notification

×

Iklan

Iklan

GMNI Menyoroti Kondisi Luar Negeri Dan Ancaman Perang Dunia Ke-III

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:56 WIB Last Updated 2026-01-23T12:58:35Z

Cristian Viery Pagliuca 

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan tegas menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin memburuknya kondisi politik internasional yang ditandai oleh meningkatnya konflik bersenjata, rivalitas geopolitik antar negara adidaya, serta eskalasi ketegangan militer di berbagai kawasan dunia.


Situasi ini membuka kemungkinan nyata terjadinya Perang Dunia III, yang akan membawa penderitaan luas bagi umat manusia, khususnya negara-negara berkembang.

 

Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Internasional, Cristian Viery Pagliuca dalam keterangan tertulis yang disampaikan petang ini, menilai bahwa konflik-konflik global hari ini bukanlah konflik ideologis demi kemanusiaan, melainkan konflik yang berakar pada imperialisme modern, perebutan sumber daya alam, dominasi ekonomi-politik, serta kepentingan kapitalisme global.

 

Negara-negara kuat menggunakan perang, sanksi ekonomi, dan intervensi politik sebagai instrumen untuk mempertahankan hegemoninya, sementara rakyat dunia menjadi korban utama.

 

Bisa kita amati dengan yang belakangan terjadi, perebutan wilayah Rusia - Ukraina, penguasaan sumber daya alam Venezuela oleh Amerika Serikat dengan dalih penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, ketegangan Amerika Serikat dengan Denmark, perseteruan wilayah antara Thailand - Kamboja serta konflik di belahan dunia lain menunjukan pola yang sama.

 

GMNI, menilai keputusan Indonesia menyatakan keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Trump, ini harusnya mendorong kembali Indonesia berperan strategis sebagai pelopor Gerakan Non-Blok dan menjembatani perdamaian dunia.

 

Jika dunia dipaksa memilih kubu, maka Indonesia harus memilih kedaulatan. Jika ‘perdamaian’ dijadikan alat dominasi, maka melawannya adalah sikap politik yang sah.

 

Oleh sebab itu GMNI mendesak:

1. Pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, tidak terseret dalam blok kekuatan mana pun, serta berani bersuara lantang dalam menentang perang dan agresi militer di forum internasional.


2. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak tunduk pada kepentingan negara-negara besar dan kembali pada mandat utamanya sebagai penjaga perdamaian dunia.


3. Solidaritas internasional rakyat dunia, khususnya gerakan mahasiswa dan kaum tertindas, untuk melawan perang, imperialisme, dan segala bentuk eksploitasi global.

 

GMNI percaya bahwa perdamaian dunia hanya dapat terwujud melalui keadilan sosial, kedaulatan bangsa-bangsa, serta penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri. Sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan semangat Dasasila Bandung, GMNI menyerukan:
Hentikan perang! Lawan imperialisme! Bangun dunia yang adil, damai, dan berperikemanusiaan.

 

“Perdamaian bukan hadiah dari negara kuat, melainkan hak seluruh umat manusia.”(rel)

×
Berita Terbaru Update