Notification

×

Iklan

Iklan

Purwakarta Jadi Saksi Penutupan Sukses Mimbar Sarasehan KTNA Jabar 2025

Jumat, 14 November 2025 | 18:26 WIB Last Updated 2025-11-14T11:26:31Z
Acara Penutupan Mimbar Sarasehan KTNA

Purwakarta.Internationalmedia.id.- Acara penutupan Mimbar Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 berlangsung di Kebon Istimewa, Kampung Margaluyu, Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta menjadi wadah penting dalam merumuskan strategi untuk kemajuan sektor pertanian di Jawa Barat. Kamis (13/11).
 
Staff Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lusi Lesminingwati, yang mewakili Gubernur, menyoroti beberapa indikator penting terkait kondisi pertanian di Jawa Barat. Salah satunya adalah nilai tukar petani (NTP) Jawa Barat yang masih berada di bawah rata-rata nasional.
 
"Per September 2025, NTP Jawa Barat berada di angka 116, sementara nasional 120. Kita harus terus berupaya meningkatkan NTP ini agar petani tidak hanya sekadar 'surplus' tetapi benar-benar sejahtera," ujarnya.
 
Lusi juga menekankan pentingnya fokus dan target yang jelas dalam setiap kinerja di sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa perhitungan NTP didasarkan pada perbandingan antara hasil panen dengan Harga Pokok Produksi (HPP) serta tingkat konsumsi petani. Lusi juga mengapresiasi peningkatan 0,4% di sektor pertanian dan hortikultura Jawa Barat.
 
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendorong hilirisasi produk pertanian agar nilai tambah yang didapat petani semakin besar. Lusi juga menyoroti beberapa kendala yang dihadapi dalam meningkatkan nilai tukar petani, terutama terkait modal, dan berharap pemerintah dapat menjembatani kolaborasi antara petani dengan stakeholder lainnya.
 
Pj. Sekda Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KTNA Jabar dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Purwakarta sebagai tuan rumah Mimbar Sarasehan. Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif seluruh peserta yang berjumlah sekitar 1005 orang dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
 
"Kehadiran peserta mimbar sarasehan di tengah masyarakat Purwakarta sangat berharga dan memperkuat semangat kebersamaan antara petani, penyuluh, dan masyarakat tani Jawa Barat," ujarnya.
 
Berbagai gagasan, diskusi, dan rekomendasi yang lahir dari mimbar sarasehan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, KTNA, dan masyarakat tani dalam mewujudkan pertanian Jawa Barat yang maju, mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
 
Dengan semangat baru dan sinergi yang kuat, diharapkan sektor pertanian Jawa Barat dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi para petaninya. (Dis/Ir)

×
Berita Terbaru Update