Notification

×

Iklan

Iklan

Cegah Perundungan di Sekolah, Gubernur Jabar Luncurkan Program Stopper Jabar

Rabu, 22 Februari 2023 | 20:43 WIB Last Updated 2023-02-22T13:43:22Z
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Kadisdik Jabar,Dedi Supandi 
saat meluncurkan program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper) Jabar dalam rangkaian Siaran Keliling (Sarling) Jabar di SMA Negeri 2 Kota Banjar, Rabu (22/2/2023). (Foto: Biro Adpim Jabar)

Kota Banjar.Internationalmedia.id.- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan (Stopper) Jabar dalam rangkaian Siaran Keliling (Sarling) Jabar di SMA Negeri 2 Kota Banjar, Rabu (22/2/2023). 

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menuturkan, program tersebut bertujuan untuk meminimalisir aksi perundungan sekaligus memberikan rasa aman kepada peserta didik. 

"Hari ini anak-anak sekolah di Jabar akan mendapatkan perlindungan terhadap rasa aman, nyaman bersekolah dengan hadirnya Sistem Terintegrasi Olah Pengaduan Perundungan," ucap Kang Emil. 

Kang Emil berharap program Stopper Jabar dapat mencegah perundungan. "Selama ini kalau terjadi perundungan seringkali viral dan saya yakin banyak yang tidak viral yang terjadi perundungan di mana-mana," ucapnya.

Dalam program Stopper Jabar, kata Kang Emil, ada empat komponen sistem yakni konsultasi, laporan aduan, edukasi, dan pendampingan.

"Kami punya sistem bisa melapor via WhatsApp, via QR Code, via website, kepada sebuah sistem yang kami launching hari ini namanya Stopper Jabar," tutur Kang Emil. 

"Sekarang siswa-siswa di Jabar tenang akan ada respons. Karena kalau tidak direspons akan jadi catatan, karena setiap pelaporan akan masuk ke Gubernur Jabar melalui Kepala Dinas Pendidikan," imbuhnya.

Sebelum meluncurkan program Stopper Jabar, Kang Emil meninjau Pasar Banjar untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dalam rangkaian Sarling Jabar di Kota Banjar.  

"Harga di pasar hanya cabai aja yang naik. Beras sudah turun ke 11 ribuan yang biasa naik sampai 12-13, tapi masih fluktuatif," ucapnya. 

Dalam rangkaian Sarling Jabar di Kota Banjar, Kang Emil pun menghadiri acara Helaran Seni dalam rangka HUT Banjar yang ke-20 Tahun di Jl. Letjen Swarto Kota Banjar. Dalam acara tersebut, ada berbagai kesenian tradisional khas Banjar.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi menjelaskan, peran guru bimbingan konseling sebagai operator telah diintegrasikan dengan sistem kinerja. “Jadi, bagi guru BK yang menangani aduan itu masuk dalam hitungan kinerja,” jelasnya.

Program ini, lanjutnya, merupakan kolaborasi Disdik Jabar dengan berbagai stakeholder, seperti DP3AKB, Diskominfo, dan Jabar Digital Service. 

Kadisdik menguraikan, ada empat komponen utama STOPPER. Yakni edukasi, konsultasi, laporan aduan, dan pendampingan. Lalu, ada tiga mekanisme aduan yang bisa dimanfaatkan oleh siswa. Pertama, melalui WhatsApp yang sudah terintegrasi dengan program Sapa Warga.

“Kedua, melalui QR code yang terintegrasi dengan Tikomdik Disdik Jabar. Ketiga, melalui website sigesitjuara.disdikjabar.prov.go.id,” imbuhnya.

STOPPER, lanjut Kadisdik, bisa dimanfaatkan oleh seluruh satuan pendidikan di Jawa Barat. “Jadi, siswa SMP juga bisa mengadu ke sini karena nanti cabang dinas akan konsultasi ke dinas pendidikan kabupaten/kota,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bunda Literasi Jabar, Atalia Praratya, kepala perangkat daerah Jabar, dan seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I s.d. XIII.(mar)


×
Berita Terbaru Update