-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Laut Sedunia, Spirit Jabar Mengelola Laut sebagai Sumber Kehidupan

Selasa, 08 Juni 2021 | 6/08/2021 WIB Last Updated 2021-06-08T04:41:55Z

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat Hermansyah saat menghadiri peresmian program kegiatan Pembudidaya Ikan Milenial (PIM) di Kabupaten Cianjur, Selasa (7/6/2021

Bandung.Internationalmedia.id.-Pemda Provinsi Jawa Barat memperingati Hari Laut Sedunia dengan merefleksi dan mengevaluasi berbagai program pembangunan di bidang keluatan dan perikanan.

 

Dunia memperingati hari laut internasional setiap 8 Juni. Hari Laut Sedunia 2021 mengambil tema ‘The Ocean: Life and Livelihoods’ atau ‘Laut: Hidup dan Mata Pencaharian’.

 

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat selaku leading sector bidang ini memandang tema hari laut sedunia tahun ini merupakan satu spirit untuk masyarakat mengelola laut sebagai sumber kehidupan atau mata pencaharian.

 

Oleh karenanya, semua pihak harus menjaga kelestarian laut dan seluruh isi yang terkandung di dalamnya. Kini laut semakin rentan  karena limbah pabrik, sampah domestik, eksploitasi laut memakai bahan peledak, penangkapan ikan ilegal, atau pengeboran minyak yang mengabaikan aspek lingkungan.

 

“Pada era Pemerintahan Bapak Jokowi ini telah dicanangkan bahwa laut tidak lagi di belakang, tapi harus menjadi di depan dan masa depan kehidupan. Laut tidak lagi menjadi muara sampah tapi harus menjadi teras yang indah,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat Hermansyah, Selasa (8/6/2021).

 

Menurut Hermansyah, Jabar merupakan provinsi yang dianugerahi Tuhan YME dengan kekayaan laut  luar biasa baik di  di utara dan selatan. Karakteristik laut Jabar unik dan oleh sebab itu harus dimanfaatkan dan dijaga.

 

“Panjang pantai Jabar 858.03 kilometer di utara dan selatan serta luas lautnya 1.399.485 hektare. Ini merupakan sumber daya yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi sumber kehidupan masyarakat Jabar,”ujarnya.

 

Selain itu Jabar memiliki 143.510 nelayan tersebar di 11 kab/kota yang memiliki pesisir.

 

“Nelayan sebanyak itu beserta keluarganya menggantungkan hidupnya di lautan, maka seyogianya kita mengelola laut dengan arif dan bijaksana agar berkelanjutan. Di masa depan diharapkan tidak ada lagi nelayan yang menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan,” tutur Hermansyah.

 

Selain itu, lanjut dia, di pesisir Jabar memiliki 81 destinasi wisata yang berhubungan langsung dengan laut dan di sana terdapat ribuan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di laut.

 

Sejalan dengan itu Jawa Barat mencoba menjaga kelestarian laut salah satunya dengan menambah jumlah luasan kawasan konservasi laut sampai saat ini baru 104.567,82 hektare yang telah ditetapkan dan dicadangkan.

 

 “Untuk menjaga ekosistem laut dilakukan juga perbaikan terumbu karang melalui transplantasi terumbu karang, merehabilitasi kawasan pesisir agar tetap bisa menjadi nursery ground bagi berbagai jenis ikan,”kata dia.

 

 “Laut sebagai bagian kehidupan kita sudah selayaknya kita jaga. Kita jangan bosan mengedukasi masyarakat agar tidak buang sampah yang bermuara ke laut, tidak mengeksploitasi laut berlebihan dan mengembangkan destinasi wisata laut yang lebih ramah lingkungan.(Ter)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update