-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Binaraga Jabar Diingatkan, Kasus Doping Tidak Terulang

Jumat, 11 Juni 2021 | 6/11/2021 WIB Last Updated 2021-06-11T14:14:14Z

Heli Saptaji Wibowo (kiri) Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia, Jawa Barat dengan Willy Tjariati (kanan) atlet binaraga Jabar, di ruang gym Pajajaran Bandung.

Bandung.Internationalmedia.id.Terpenuhuinya
  perlengkapan pelatda cabang olahraga Binaraga Jawa Barat menghadapi PON XX Papua, diharapkan bisa menjadi modal besar untuk mengejar target yang diminta KONI Jabar, 3 emas seperti ketika PON 2016.

 

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia Jawa Barat, Heli Saptaji Wibowo, dalam suatu wawancara di gedung binaraga Jl Pajajaran Bandung, Jum'at (11/6/2021) siang.

 

Menyinggung masalah PON XX mendatang, ia berharap agar atlet Binaraga Jawa Barat, bercermin  dari pengalaman PON 2016 khususnya masalah doping yang terjadi saat itu.

 

Bersyukur Binaragawan (atlet) Jabar memiliki kecerdasan, kejiwaan, intelektual bagus sesuai dengan emotional spiritual quostient ESQ. Mereka paham akan profesinya dan pandai mencari referensi tentang obat maupun suplemen yang bisa saja mengandung unsur doping. Ini hanya tinggal efektifnya sekitat 120 hari jelang PON Papua.

 

Kehati- hatian dalam mengosumsi obat dan suplemen benar- benar diperhatikan, jangan terulang lagi kasus PON 2016 ketika menjadi tuan rumah, yang berurusan dengan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI).

 

Memang, saat kejian tersebut, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan baik dari pelatih maupun atlet ketika itu hingga diketahuinya doping usai performace atau pose. Nah kedepan jangan sampai hal itu terulang, tegas Heli yang juga asisten pelatih pelatda Binaraga Jabar.

 

Jawa Barat yang akan membawa nama baik pada PON di Papua, mayoritas diendorse oleh pruduct suplemen.

 

Selain sangat menguntungkan atlet dan terbantu suplemennya, namun kehati hatian akan kandungan doping khususnya obat obatan tetap diperhatikan. Apalagi terhitung 14 hari sebelum tanding di PON XX, sesuai buku pedoman atah techneecal hand book,  semua atlet binaraga peserta PON Papua harus test dilaboratorium.

 

"Kan Indonesia termasuk diberi warning oleh Presiden Binaraga Asia, Paul Choa, agar jangan sampai ditemukan lagi kasus doping. Malahan acamannya jika terbukti Indonesia disanksi keras,"imbuh Heli.

 

Terkait persiapan atlet Binaraga Jawa Barat pada PON Papua, ia menjelaskan hanya tinggal aspek suplemen dan nutrisi saja yang harus dipenuhi.

 

Atlet Binaraga Jabar itu paham betul akan tanggungjawabnya. Mereka secara individu sudah menciptakan sikap profesionalismenya. Mental juaranya sangat nampak. Karena tahu persis bagaimana memaintenance dirinya sendiri, pujinya..

 

Atlet Binaraga Jawa Barat yang dipersiapkan pada PON di gedung Cendrawasih Jayapura di antaranya, Roni Omero 65kg Anthoni Tjariati 60kg, Atang Efendi 80kg, Willy Ramadita 85kg.

 

Mereka didampingi pelatih kepala Benny Cipta Wijaya ( Ketua Pengprov PBFI Jabar), asisten pelatih Heli Saptaji Wibowo (Sekum Pengprov PBFI Jabar). Kompetiter binaraga Jabar pada PON XX - 2021, Papua, Bangka Belitung dan Kalimantan Timur.(PH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update