Notification

×

Iklan

Iklan

Satgas Citarum Harum Kuatkan Sinergi dengan Patriot Desa

Sabtu, 22 Mei 2021 | 16:24 WIB Last Updated 2021-05-22T09:24:41Z

Tim Ahli Satgas Citarum Harum bersama Patriot Desa membahas kolaborasi Citarum Harum secara virtual di Command Center Satgas Citarum Harum, Kamis (20/5/2021)

Bandung.Internationalmedia.id.-Satuan Tugas Citarum Harum berkomitmen menguatkan sinergi dengan awak Patriot Desa untuk sama- sama memulihkan daerah aliran sungai (DAS) Citarum. 

 

Sebanyak 68 personel Patriot Desa di kawasan DAS Citarum akan diberdayakan dalam kegiatan langsung maupun tidak langsung pemulihan sungai terpanjang di Jawa Barat itu.

 

Tim Ahli Pokja Edukasi Satgas Citarum Harum Taufan Suranto bersama Sekretariat Satgas Citarum Harum mengundang beberapa perwakilan Patriot Desa yang ditugaskan di DAS Citarum secara hybrid (daring dan luring) di Command Center Satgas Citarum, Jumat (20/5/2021).

 

Untuk diketahui, Patriot Desa merupakan salah satu program unggulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yaitu dengan menempatkan Patriot Desa untuk mendampingi dan memberdayakan masyarakat desa dalam mensupervisi kegiatan ekonomi warga.

 

Namun seiring dengan berkembangnya dinamika kehidupan sosial ekonomi di masyarakat, Patriot Desa pun mengemban tugas lain seperti digitalisasi desa dan lainnya. Hingga saat ini tercatat 403 Patriot Desa tersebar di 18 kabupaten/kota di Jabar.

 

Taufan mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan Patriot Desa di DAS Citarum. Satgas akan sangat terbuka dengan Patriot Desa dalam hal program pemberdayaan masyarakat agar sama-sama peduli dan menjaga Citarum.

 

“Jangan segan berkoordinasi dengan Satgas. Kita bisa saling berinteraksi dan mendatang Patriot Desa akan dilibatkan,” ucap Taufan.

 

Tim Ahli Satgas Citarum Harum lainnya Achmad Sjarmidi mengatakan, dengan nama patriot yang disandang, dia yakin personel Patriot Desa cinta tanah air terutama tempat dia bertugas.

 

Hal itu berarti mereka juga akan menjaga lingkungan yang saat ini mereka tempati. Tak hanya di DAS Citarum, namun di DAS-DAS lainnya di Jabar.

 

“Citarum perlu darah segar. Satu kata mari kita bersinergi Patriot Desa dengan Satgas, karena ada progam dan target. Lingkungan itu buat semua dampaknya,” ujar Sjarmidi.

 

Staf Senior Pemberdayan Masyarakat Jabar Nana Sukarna mengatakan, Patriot Desa di DAS Citarum mau tidak mau harus aktif bersama mengampanyekan isu lingkungan kepada masyarakat desa.

 

Setelah didata, ternyata Patriot Desa di DAS Citarum telah menjalankan aktivitas langsung maupun tidak langsung dalam pemulihan Sungai Citarum.

 

“Banyak Patriot Desa yang mengurusi sampah tapi mereka mungkin tidak sampai berpikir untuk Citarum, tapi sebenarnya secara tidak langsung berdampak baik untuk Citarum,”ujar dia.

 

Menurut dia, Patriot Desa di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat di antaranya telah memiliki kegiatan langsung maupun tidak langsung yang berdampak bagi Citarum seperti pengelolaan sampah di bantaran sungai dan mengedukasi warga agar tidak membuang sampah ke sungai.

 

“Dari 100 kegiatan Patriot Desa katakanlah 30 kegiatan itu ternyata terkait dengan lingkungan (Citarum),”ucap dia.

 

Nana menambahkan, kegiatan Patriot Desa dalam memulihkan Citarum bisa memperbaiki indikator dalam indeks desa membangun (IDM). Faktor IDM yaitu sosial budaya, ekonomi dan lingkungan di sekitar DAS Citarum. Tugas Patriot Desa dalam mendongkrak IDM dengan menangani kondisi Citarum.

 

“Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Patriot Desa bisa bersama-sama, jangan dianggap sebagai beban tambahan, yang dibutuhkan dengan hadirnya Patriot Desa yaitu perspektif terbaru dengan kontribusi yang nyata. Apapun program  yang dilakukan Patriot Desa akan terhubung baik langsung atau tidak langsung dengan Citarum,”kata dia.

 

Sementara itu, Takdir Nurmadi, tim ahli sanitasi Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar mengatakan, fungsi Patriot Desa yaitu, memperbaiki proses pembangunan sekitar sungai, dan kawasan wisata di DAS Citarum.

 

Patriot Desa bisa berperan mengurangi limbah domestik ke Sungai Citarum. Diketahui 63 persen pencemaran Citarum merupakan limbah domestik yaitu kotoran manusia.

 

“Stop buang air besar sembarangan ke Citarum. Jangan lihat setiap rumah ada WC-nya, tapi apakah ada saluran septic tank. Kalau tidak ada silakan catat dan ajukan, insyaallah ada bantuan dari bupati maupun gubernur,”kata dia.(Ter)

×
Berita Terbaru Update