-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dilarang Mudik, Pemkab Toba akan Lakukan Check Point di Pintu Masuk Toba

Rabu, 28 April 2021 | 4/28/2021 WIB Last Updated 2021-04-28T04:56:22Z

Sekda Kabupaten Toba, Audi Murphy Sitorus

Toba.Internationalmedia.id.-Pemerintah Kabupaten Toba, Sumatra Utara akan melakukan check point di pintu masuk Kabupaten Toba pada saat mudik yang semakin mendekat.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Toba, Audi Murphy Sitorus  menyampaikan bahwa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Toba untuk menghidupkan kembali posko-pokso di desa dan kelurahan.

 

“Kita sudah melakukan rapat dengan Satgas berikut dengan Forkopimda bahwa dalam minggu ini atau minggu depan kita akan menghidupkan kembali posko di desa dan kelurahan kemudian ada check point di pintu masuk ke Kabupaten Toba dan di objek-objek wisata,”kata Sekda, Selasa (27/4/2021).

 

Secara tegas, ia mengatakan bahwa, Pemkab Toba akan melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 pada masa liburan mendatang atau mudik. Dengan demikian, pihaknya akan melakukan rapid test random kepada para pendatang.

 

Pihaknya melakukan pencegahan terutama bagi pendatang, antara lain akan dilakukan rapid test secara random walaupun tidak seluruhnya. Hal ini untuk menunjukkan kepada para pendatang bahwa Toba tegas terkait penanggulangan COVID-19.

 

"Bukan perjalanan yang kita larang, tapi sekadar mudik itu dilarang. Tetapi untuk tujuan-tujuan tertentu, misalnya; tugas, kemudian emergency dalam hal kesehatan, dan sifat-sifat yang lain yang enggak bisa ditunda, saya pikir tidak dilarang,” sambung Murphy.

 

Bahkan, ia menguraikan bahwa Satgas COVID-19 akan melakukan tracing ataupun melakukan rapid bagi pendatang-pendatang baru, dengan demikian, ia mengimbau masyarakat Toba agar jangan lengah melaksanakan program 3 M.

 

“Kita tetap mengimbau masyarakat bahwa jangan lengah dalam penanganan COVID-19 ini, termasuk dengan imbauan pemerintah untuk mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Nah, itu harus tetap,” sambung dia.

 

Melihat pertambahan jumlah yang terpapar COVID-19 di Kabupaten Toba, kedisiplinan masyarakat sangat ia harapkan.

 

“Kita lihat juga bahwa sudah sempat nol di Kabupaten Toba ini yang terpapar sepertinya masyarakat kita merasa bahwa COVID-19 sudah tidak ada, padahal sekarang dengan tajam meningkat lagi.

 

Hari ini sudah 40 dan ini bisa semakin meningkat lagi kalau masyarakat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya mengakhiri. (MC Toba/Ung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update