-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua PWI Jabar: Dimusin Pandemi Saat ini, Keberadaan Pers sangat Dibutuhkan

Selasa, 30 Maret 2021 | 3/30/2021 WIB Last Updated 2021-03-30T14:22:42Z

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat (kanan) dan Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat Kamsul Hasan, sedang memberikan paparan tentang  pungsi Pers dimasa Pandemi Covid-19 pada acara Workshop peranan dan Kebebasan Pers dan Konferwil I PWI Kota Bandung, di Hotel Couryard Marriot Bandung, Selasa  (30/3/2021)

Bandung.Internationalmedia.id.-Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat menyampaikan beberapa fakta dan data terkait dampak pandemi Covid-19 saat ini.


Dikatakan, penambahan angka kemiskinan baru ada sebanyak 1,1 juta, dan 3 sampai 9% masyarakat kehilangan pekerjaan, katanya  ketika memberikan paparan tentang  Fungsi Pers dimasa Pandemi Covid-19 pada acara Workshop Peranan dan Kebebasan Pers dan Konferwil I PWI Kota Bandung, di Hotel Couryard Marriot Bandung, Selasa  (30/3/2021).

 

Menurut survey, kata Hilman, akibat pandemi Covid-19, sebanyak 68% penduduk Indonesia mengalami stres biasa, 19% mengalami stres berat.

 

Dalam kondisi seperti ini, keberadaan media pers dibutuhkan guna menyampaikan informasi yang membangun dan membangkitkan optimisme di tengah masyarakat.

 

“Sesuai fungsi pers, melalui media informasi harus bisa mengedukasi masyarakat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Memiliki tanggungjawab membangun optimisme dan berkontribusi mengedukasi masyarakat di tengah disrupsi teknologi informasi. Hilman juga menilai perlunya perhatian dari pemerintah terhadap pelaku media atau perusahaan media pers.

 

Kalau dari sisi kesehatan, menurut Hilman, memang sudah ada bantuan vaksin. Tapi kalau dari sisi ekonomi Ia sudah sering kali bicara dengan sesama pemilik perusahaan media berharap pemerintah memberikan insentif kepada pelaku media dan perusahaan pers, seperti insentif yang diberikan kepada pelaku industri lain.

 

“Kita juga seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena kita juga punya pegawai yang juga ikut memerangi pandemi. Kita termarjinal,” ungkapnya.

 

“Berbeda dengan perusahaan-perusahaan lain, mendapatkan program insentif dari pemerintah. Nah inilah fungsi wartawan juga, anda punya suara, punya pena dan punya tulisan memberikan pengaruh, meminta keadilan juga. Ini (bagian) fungsi dan peranan pers,” imbuhnya.

 

Kita dikejar dengan tanggung jawab yang besar, pers sebagai fungsi media massa, fungsi pendidikan, dan melawan pemberitaan hoax. Namun dipandang dari lembaga ekonomi, dalam kondisi pandemi ini kita kedodoran dan ditinggalkan, katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Kompetensi PWI Pusat Kamsul Hasan menyatakan, masa pandemi Covid-19 memberikan dampak dan tantangan tersendiri bagi insan media pers khususnya bagi pekerja media atau wartawan.Dalam kondisi pandemi yang mengguncang setiap sendi dan sektor kehidupan.

 

Kehadiran pers sesuai fungsi dan perannya, harus tetap bisa berkontribusi memberikan informasi sebagai pemenuhan hak masyarakat, edukasi guna mengembangkan pendapat umum berdasarkan sumber yang tepat akurat dan benar, serta kontrol sosial di tengah disrupsi informasi sebagai upaya pengawasan dan kritik berkaitan dengan kepentingan umum.

  

Di satu sisi, pekerja media atau wartawan juga sebagai unsur atau kelompok profesi yang terdampak pandemi Covid-19. Dalam sisi kesehatan, pekerja media atau wartawan adalah salahsatu kelompok rentan dalam pemaparan virus Covid-19. Karena mobilitas tinggi untuk memenuhi hak informasi bagi masyarakat.


Sementara, bagi sektor ekonomi, pekerja media atau wartawan secara langsung juga berdampak akibat perusahaan media sebagai tempat bernaung wartawan mengalami penurunan ekonomi dari sektor bisnis dan periklanan,katanya.(Ter).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update