Notification

×

Iklan

Iklan

Jabar bersama 13 Provinsi lainnya di Indonesia Terima Penghargaan Bidang Penanggulangan Bencana

Kamis, 11 Maret 2021 | 15:12 WIB Last Updated 2021-03-11T08:12:15Z

Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum menerima Penghargaan Bidang Penanggulangan Bencana Kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dari BNPB, Rabu (10/3/2021).

Kota Bekasi.Internationalmedia.id.-Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar menerima Penghargaan Bidang Penanggulangan Bencana Kategori Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Penghargaan diterima Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum secara virtual, dari Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kota Bekasi, Rabu (10/3/2021).

 

Jabar menerima penghargaan ini karena dinilai memiliki kinerja tinggi dan sinergi yang baik dengan kabupaten/kota. Jabar mendapat penghargaan bersama 13 provinsi lain, di antaranya NTT, Kepulauan Bangka Belitung, Jateng, DKI Jakarta, Aceh, dan Papua.

 

Selain tingkat provinsi, BNPB juga memberi penghargaan kepada pemkab/pemkot. Kabupaten Bekasi menjadi satu-satunya di Jabar yang mendapatkan pengharagaan serupa.

 

Kab Bekasi bersanding di antaranya dengan Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Tabanan.

 

Wagub bangga atas prestasi yang diraih Pemdaprov Jabar. Menurutnya, pencapaian ini tak lepas dari peran BPBD Jabar  bersama timnya yang fokus menjalankan tupoksinya. “Penghargaan dari tingkat nasional ini tidak main-main. Ada tingkat penilaian tersendiri tentang kinerja sesuai dengan tupoksi yang ada,” ujar Kang Uu.

 

Namun, kata Uu, Jabar tidak boleh terlena dengan dengan penghargaan. "Keberhasilan ini bukan berarti kami senang dengan adanya bencana. Mudah-mudahan tahun mendatang bencana bisa menurun,” tuturnya.

 

Menurutnya, frekuensi bencana yang cenderung meningkat di Jabar akhir-akhir ini harus jadi pengingat untuk memperbaiki mindset masyarakat. Manusia, katanya, banyak melakukan pembangunan secara sembrono dengan cara menebang pohon dan membuang sampah sembarangan.

 

“Kenapa bencana sekarang frekuensinya meningkat, mungkin saja karena masyarakat tidak terlalu mencintai lingkungan,” katanya.

 

“Masyarakat tolong cintai lingkungan dengan cara kita tidak merusak lingkungan sehingga bencana tidak terjadi,” tambahnya.

 

Kepala BNPB Doni Monardo meminta Pemdaprov Jabar meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah rawan longsor. Menurutnya, pelatihan kebencanaan di lokasi rawan bencana harus lebih sering dilakukan.

 

“Mohon atensi untuk Jabar, cuaca masih hujan. Tolong diingatkan daerah-daerah yang rawan longsor agar dilatih semakin baik, sehingga ketika terjadi curah hujan tinggi dan longsor maka tidak terjadi korban jiwa,” arahnya.(Ter)

×
Berita Terbaru Update