-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mendapat perlakuan tidak Manusiawi, KBRI Bertindak Cepat Dampingi Kepulangan 7 ABK WNI

Minggu, 28 Februari 2021 | 2/28/2021 WIB Last Updated 2021-02-28T10:06:16Z

7 ABK WNI Mendapatkan Perlakuan Tidak Manusia

Jakarta.Internationalmedia.id.- KBRI Antananarivo antarkan kepulangan 7 WNI yang sebelumnya bekerja di sebuah kapal ikan berbendera Tiongkok. Mereka dipulangkan menggunakan pesawat the Emirates dan dijadwalkan tiba pada Sabtu malam, 27 Februari 2021kemaren

 

Awalnya, pada hari  Minggu (14/02/2021), KBRI Antananarivo telah menerima pengaduan dari keluarga ABK di Indonesia yang menyampaikan bahwa ke-7 ABK WNI mendapatkan perlakuan yang kurang manusiawi di kapal. 

 

Selama 17 bulan sejak berangkat berlayar, para WNI belum pernah berkabar dengan keluarganya. Jam kerja rata-rata hingga 20 jam sehari, kekerasan fisik maupun verbal dari pimpinan serta makanan yang tidak memadai juga dialami oleh para WNI.

 

Menanggapi laporan tersebut KBRI Antananarivo bergerak cepat dan berkoordinasi intensif dengan pihak terkait di Seychelles, yakni Kementerian Luar Negeri Seychelles, Coast Guard, Agen Seychelles, Koordinator WNI di Seychelles serta Konsul Honorer RI di Syechelles.

 

KBRI juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Indonesia, yakni keluarga ABK, Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) serta PT Rajawali Crew Atlantik (RCA).

 

Pihak Coast Guard Seycheles segera  bergerak melihat kapal dan kondisi para ABK WNI. Dari hasil rapat antar instansi Seychelles dan koordinator WNI pada 19 Pebruari 2021, diputuskan untuk melarang kapal ikan tersebut berlayar karena kondisi tidak layak. Rapat juga memutuskan agar ABK WNI segera dipulangkan atas biaya agen kapal ikan di Seychelles pada 26 Pebruari 2021.

 

Sambil menungggu kepulangan ke Indonesia, KBRI Antananarivo memberikan bantuan makanan/logistik kepada ABK di kapal melalui koordinator WNI dengan didampingi Coast Guard Seychelles karena protokol kesehatan Seychelles melarang ABK menunggu kepulangan di darat.

 

Selain kebutuhan logistik, KBRI Antananarivo memberikan bantuan pulsa telpon agar ABK dapat berkomunikasi dengan masing-masing keluarganya di tanah air.

 

Kepada para WNI ABK, KUTAP RI di Antanarivo, Benny Yan Pieter Siahaan mengucapkan selamat jalan dan sampai tujuan di tanah air dengan selamat serta segera berkumpul dengan keluarga.  Beliau juga berharap ke depannya agar senantiasa menjalin koordinasi dengan KBRI setempat saat bekerja lagi di luar negeri.(marpa)

 


(Sumber: KBRI Antananarivo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update