Notification

×

Iklan

Iklan

Daddy Rohanady: Sayang, Bandara Kertajati Sepi Penumpang

Rabu, 02 Desember 2020 | 10:07 WIB Last Updated 2020-12-05T06:29:39Z

Daddy Rohanady anggota DPRD Jabar

Bandung.Internationalmedia.id.-
Adalah sosok seorang Drs. H. Daddy Rohanady, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, putra kelahiran Kuningan ini mengerutkan kening, terus putar otak bagaimana agar Bandara Internasional Jawa Barat(BIJB)  kabupaten Majalengka yang dikenal dengan Bandara Kertajati dekat kota kelahirannya ini bisa beroperasi sebagaimana layaknya Bandara.

 

Bandar udara ini diresmikan operasinya oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Mei 2018, dengan Pesawat Kepresidenan Indonesia mendarat sebagai yang pertama di bandar udara ini. Bandar udara baru ini berfungsi sebagai penyangga untuk membantu memudahkan lalu lintas udara di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.

 

Bandar udara ini  memiliki kapasitas total hingga 29 juta penumpang setiap tahun, dengan banyak ruang untuk ekspansi.Bandar udara ini juga bisa mengoperasikan terminal kargo dengan perkiraan resmi pada 1,5 juta ton kargo pada tahun 2020.

 

Upaya memaksimalkan operasi bandara Kertajati, Pemprov Jabar pun memindahkan rute penerbangan bandara Husein ke bandara Kertajati dengan pertimbangan kendala transportasi.

 

Dalam perjalanannya, beberapa maskapai penerbangan menghentikan operasionalnya karena tidak ada penumpang. Bandara masih kosong penumpang karena masalah konektivitas yang belum tersambung. Kemudian, musibah pendemi Covid-19 muncul.

 

Namun demikian, Bandara Kertajati tetap beroperasi di tengah pandemi Covid-19 dengan membuka penerbangan domestik untuk beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink dan Air Asia.

 

Kemudian, setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung berhenti beroperasi pada sekitar bulan Juli 2019 dan hanya mengoperasikan pesawat jenis ATR, 5 Agustus 2020 kembali mengoperasikan pesawat jenis Jet meski pun di Bandara Kertajati masih tetap dioperasikan.

 

Memang Bandara Kertajati masih beroperasi, slotnya masih ada. Jadi rutenya masih ada sama dengan Bandara Husein Sastranegara, jadi bukan yang di Kertajati dipindah tapi sama-sama ada rute untuk saling mensupport.

 

Namun saat ini apa yang terjadi, Bandara Kertajati sepi penumpang dan Bandara Husein Bandung menggeliat.

 

Dalam suatu percakapan khusus, Daddy amat menyayangkan, Bandara sebesar itu tak dimanfaatkan secara maksimal.

 

Apa tidak sayang anggaran yang digelontorkan dari APBD Prov Jabar sekitar Rp 6 triliun lebih tidak memberi manfaat signifikan. Padahal, kalau itu untuk belanja Organisasi Perangkat Daerah(OPD), bisa dialokasikan untuk 10 OPD lebih atau untuk membiayai program/kegiatan yang jauh lebih dibutuhkan masyarakat Jabar.

 

Namun demikian, Daddy tetap optimis, setelah BIJB Kertajati beroperasi secara maksimal, saya amat yakin bahwa BIJB Kertajati akan memberi manfaat optimal untuk menjadi salah satu pengungkit perekonomian Jabar,katanya.(Adikarya)

×
Berita Terbaru Update