-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Yonif 310/KK Bantu dukungan Operasi Tempur di Perbataan Papua

Jumat, 09 Oktober 2020 | 10/09/2020 WIB Last Updated 2020-10-09T10:27:07Z

Diperiksa Kesiapan Yonif 310/Kidang  Kencana Brigif 15/Kujang II

Sukabumi.Internationalmedia.id.-
Tim Riksiap Ops Mabesad yang dipimpin oleh Waasops Kasad Brigjen TNI Evi Reza Pahlevi, melakukan inspeksi ke Sukabumi memeriksa kesiapan Batalyon Infanteri (Yonif) 310/Kidang Kencana Brigif 15 /Kujang II yang mau melaksanakan tugas operasi sebagai Satgas Pamtas Mobile RI-PNG di wilayah Papua.

 

Inspeksi tersebut untuk mengetahui kesiapan pasukan maupun materil dan logistik yang akan melaksanakan tugas operasi di wilayah perbatasan Papua.

 

Tim Riksiap Ops Mabesad tersebut didampingi oleh Kasdam III/Slw Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., dan beberapa pejabat utama Kodam III/Siliwangi serta Danbrigif 15 /Kujang II.

 

Amanat Asops Kasad  yang disampaikan oleh Waasop Kasad bahwa, tugas operasi adalah suatu kehormatan bagi setiap prajurit karena di dalamnya tergantung nilai-nilai semangat kejuangan, keberanian, dan pengorbanan yang besar sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

 

Satuan tugas operasi dari Batalyon Infanteri 310/KK akan melaksanakan tugas operasi, satuan tugas Pam Mobile dibawah Komando Operasi Sindang Sirih, akan memberikan bantuan dukungan operasi tempur untuk penegakkan hukum terhadap gangguan keamanan yang terjadi didaerah Papua.


Juga untuk melakukan tugas pengamanan membantu tugas-tugas di wilayah sesuai dengan perintah yang akan diberikan oleh Kowilhan Sindang Sirih.Oleh karenanya, seluruh prajurit harus memahami tugas-tugas yang di berikan.


Hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan penyiapan yang sudah dilaksanakan baik diskusi pada waktu yang ada dimanfaatkan untuk menggambarkan bagaimana perintah yang diberikan dipahami betul kepada seluruh prajurit akan tugas yang disampaikan.

 

Kemudian, setiap prajurit harus memahami karakteristik daerah-daerah operasi yang sudah di sampaikan secara terbatas pada kesiapan ini. Kemudian juga kearifan lokal dan kebiasaan-kebiasaan lawan dalam mendukung pelaksanaan proses-proses suatu pengambilan keputusan yang di lakukan oleh pimpinan dalam hal ini Danpos keatas.“Sehingga keberhasilan yang akan di capai sesuai dengan apa yang di harapakan,” jelas Asops Kasad. (Ter).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update