-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Macan Tua Turun Gunung, Thomas Sitepu: Pembagian BLT Rp 600 Ribu Tak Merata

Rabu, 16 September 2020 | 9/16/2020 WIB Last Updated 2020-09-16T05:15:01Z
Thomas Sitepu di Press Room Pokja PWI Gesat-DPRD Jabar

Bandung.Internationalmedia.id.-Macan tua, turun gunung, Thomas Sitepu(73) aktivis Angkatan 66, tiba-tiba muncul di gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu(16/9/2020).

Ia membawa poster berwarna, ukuran 1x1 meter, bertuliskan: Kagum dan Yakin, Doa di Tahun 2014. Agar Capres Jokowi dan Mendesak Cawapres: LBP karena padanya kita yakin Seminar Bandung: Akbar Cosmas, Endartono&KPPI Thomas Sitepu, Prof Obi Sinaga tetang Keprihatinan Bangsa: Lalu kini dan Yang akan datang UUD 1945.

Berjalan tertatah tatah ditopang tongkat berkaki empat, ia mencari anggota DPRD untuk menyampaikan isi hatinya tentang keprihatinan bangsa saat ini.

Karena anggota Dewan masih Rapat Anggaran dan Kunjungan Kerja di luar Bandung, Thomas diantar Kabag Humas ke Sekwan DPRD Jawa Barat.

Kabag Humas DPRD Provinsi Jawa Barat, H Yedi Sunardi menyatakan Thomas Sitepu menyerahkan surat yang diterima Sekretaris Dewan, Dr. Hj Ida Wahida Hidayati, SE. SH.,M.Si di ruang kerjanya.

Thomas Sitepu, mantan anggota DPRD Jawa Barat 1971-1982 dan anggota Dewan Pertimbangan Pemuda Indonesia DPP KNPI ini kepada wartawan di ruang wartawan Pokja PWI Gedung Sate-DPRD Jabar, gedung DPRD Jabar menyatakan bahwa surat yang dia sampaikan itu merupakan”jeritan hati rakyat”.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD dan Fraksi-Fraksi DPRD Jabar itu di
Thomas Sitepu bersama Kombang Siregar di Press Room

antaranya menyebutkan bahwa Bantuan Tunai Langsung(BLT) atau bantuan dana terdampak Covid-19 dari Pemerintahan Jokowi, diberikan tidak merata.Bahkan banyak rakyat yang tidak kebagian.

Bahkan bantuan-bantuan kepada mahasiswa dalam maupun luar Jawa Barat pada umumnya tidak sampai.Mereka menjerit tanpa bukti sebagaimana yang diarahkan oleh Gubernur Jawa Barat.

Thomas datang ke gedung DPRD ini untuk mengingatkan perilaku Gubernur yang dinilainya buruk karena aku tidak suka rakyat dibohongi. Demikian pula saudaraku wakil rakyat jangan diam dan jangan menjadi pembohong karena aku juga tidak suka atas perilakumu. Sebab, rakyat yang engkau wakili sudah menitikkan air mata, kata Thomas.

Aksi tunggal Thomas Sitepu yang mengingatkan kita di era orde baru ketika pada tahun 80-an dia berunjuk rasa dengan poster-poster ke Istana Negara dimana Soeharto berkuasa.(Lys)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update