-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tensi memanas, Bersiap Perang dengan Amerika Serikat, Iran Hancurkan USS Nimitz Tiruan di Selat Hormuz

Senin, 27 Juli 2020 | 7/27/2020 WIB Last Updated 2020-07-27T09:23:56Z
Aramada laut Iran menghancurkan USS Nimitz tiruan di Selat Hormuz. (Foto: South China Morning Post)

Jakarta.Internationalmedia.id.- Tensi memanas tak hanya terjadi dengan China, Amerika Serikat (AS) pun masih "mengincar" Iran. Militer Iran pun kini tengah mempersiakan diri untuk menghadapi armada laut AS dengan menggelar latihan perang.

Iran telah memindahkan kapal induk USS Nimitz tiruan ke Selat Hormuz, yang berada di antara teluk Oman dan teluk Pesia. Foto-foto satelit yang dirilis Senin (27/7/2020), mengisyaratkan Republik Islam segera berencana untuk menggunakannya untuk latihan tembakan langsung.

Seperti dilansir South China Morning Post, sebuah gambar dari Maxar Technologies diambil pada Ahad (26/7/2020), memperlihatkan sebuah kapal cepat Iran menarik kapal induk tiruan tersebut keluar dari kota Iran Bandar Abbas.

Media dan pejabat pemerintah Iran belum mengakui membawa replika kapal induk terseut ke Selat Hormuz, di mana 20 persen minyak dunia berada. Namun, kemunculannya di sana menunjukkan bahwa Pengawal Revolusi paramiliter Iran sedang mempersiapkan "model" tiruan pada kejadian di tahun 2015. Saat itu telat Hormuz menjadi pusat armada AS.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain, yang kerap berpatroli di perairan timur tengah, tidak segera merespons.

Replika itu menyerupai kapal-kapal kelas USS Nimitz yang rutin berlayar ke Teluk Persia dari Selat Hormuz. USS Nimitz baru saja memasuki perairan Timur Tengah akhir pekan lalu dari Samudra Hindia, kemungkinan akan menggantikan USS Dwight D. Eisenhower di Laut Arab.

Masih belum jelas kapan atau apakah Nimitz akan melewati Selat Hormuz atau tidak selama waktu di Timur Tengah. USS Abraham Lincoln, yang dikerahkan tahun lalu karena ketegangan meningkat, menghabiskan berbulan-bulan di Laut Arab sebelum menuju melalui selat. Eisenhower datang melalui selat awal pekan lalu.

Replika tersebut membawa 16 jet tempur tiruan di geladaknya, menurut foto satelit yang diambil oleh Maxar Technologies. Kapal itu tampaknya memiliki panjang sekitar 200 meter (650 kaki) dan lebar 50 meter (160 kaki). Sedangkan Nimitz asli memiliki panjang lebih dari 300 meter dan lebar 75 meter.

Model tersebut sangat mirip dengan yang digunakan pada Februari 2015 selama latihan militer yang disebut "Great Prophet 9". Selama latihan itu, Iran mengerumuni kapal induk palsu dengan speedboat menembakkan senapan mesin dan roket. Rudal darat-ke-laut kemudian menargetkan dan menghancurkan kapal palsu tersebut.

Namun, latihan itu dilakukan ketika Iran dan dunia mengalami deadlock dalam negosiasi atas program nuklir Teheran. Hari ini, kesepakatan yang lahir dari negosiasi itu berantakan.

Presiden Donald Trump secara sepihak menarik AS dari perjanjian pada Mei 2018. Iran kemudian merespons dengan perlahan-lahan meninggalkan hampir setiap penyewa perjanjian, meskipun masih memungkinkan pengawas PBB mengakses situs nuklirnya.

Musim panas lalu serangkaian serangan dan insiden semakin meningkatkan ketegangan antara Iran dan AS. Mereka mencapai puncaknya dengan serangan pesawat tak berawak pada 3 Januari di dekat Bandara Internasional Baghdad yang menewaskan Qassem Soleimani, kepala ekspedisi Pengawal Quds, atau Jerusalem, Force.

Iran membalas dengan serangan rudal balistik yang melukai puluhan tentara Amerika yang ditempatkan di negara tetangga Irak.

Mengingat waktu Iran memindahkan replika ke laut, dengan foto-foto satelit menunjukkan itu ditarik keluar dari pelabuhan pada hari Sabtu, latihan yang menargetkan itu mungkin merupakan respons langsung dari Teheran terhadap sebuah insiden pekan lalu.

Peristiwa itu melibatkan pesawat jet tempur F-15 AS yang mendekati penerbangan Mahan Air di atas Suriah, yang membuat penumpang pesawat jet Iran cedera.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update