-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Hubungan Semakin Memanas, Kedubes China di Washington Dibanjiri Teror Bom dan Pembunuhan

Kamis, 23 Juli 2020 | 7/23/2020 WIB Last Updated 2020-07-23T04:53:37Z
Kantor Kedutaan Besar China di Washington, Amerika Serikat.

Internationalmedia.id.-- Pemerintah China akhirnya mengungkapkan kedutaan besarnya di Washington, Amerika Serikat (AS), mendapat ancaman teror bom pada Senin (20/7/2020) lalu.

Seperti dilansir surat kabar Global Times, Kamis (23/7/2020), teror bom dan pembunuhan itu terjadi di kantor biro visa Kedutaan China di Washington. Menurut sumber, kantor itu berkali-kali menerima telepon misterius.

Si penelepon langsung mengakhiri sambungan ketika diangkat oleh petugas. Dalam sambungan terakhir, sang penelepon sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada petugas.

"Kantor Visa Kedutaan China? Apakah kalian tahu apa yang ada di lobi?," kata penelepon itu menurut pengakuan petugas kedutaan.

Petugas menyatakan si penelepon di akhir menirukan suara ledakan, lalu menutup telepon.

Selain itu, Kedubes China juga menerima surat ancaman pembunuhan, serta sejumlah surat yang ditulis tangan dan dicetak yang berisi penghinaan kepada Partai Komunis China, wabah Covid-19 dan berbagai isu lain.

Akibat kejadian itu, Kedubes China memutuskan memperketat pengamanan. Kementerian Luar Negeri China juga mengecam pemerintah AS yang mendesak mereka menutup kantor konsulat di Houston, Texas, dalam waktu 72 jam. AS menuduh China melakukan kegiatan mata-mata dari kantor tersebut.

"China mendesak AS untuk segera menarik keputusannya yang salah, atau China pasti akan merespons hal ini dengan tegas dan tepat. China sangat mengutuk tindakan keterlaluan dan tidak adil yang akan menyabotase relasi China-AS ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dalam jumpa pers di Beijing pada Rabu (22/7/2020) kemarin.

Pemerintah China menyatakan perwakilan diplomatik mereka di AS kerap mengalami tindakan tidak bersahabat. Petugas AS kerap memaksa untuk membuka sejumlah paket diplomatik milik kedutaan, dan bahkan menyita barang-barang milik pejabat China.

Bahkan pada Oktober 2019 dan Juni lalu, AS menjatuhkan sanksi larangan masuk terhadap sejumlah staf Kedubes China.

Situasi itu semakin memperburuk perseteruan antara China dan AS yang sudah meruncing dalam beberapa tahun belakangan. Keduanya saling tuding dalam berbagai hal seperti sengketa Laut China Selatan, Covid-19, perang dagang, dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur, kemelut Huawei, sampai soal peretasan dan pencurian data.

Sampai saat ini AS belum memberikan pernyataan terkait perintah penutupan Konsulat China di Houston.(*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update