-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Jabar: Dari 1500 Yang di Rapid Test, 88 Wisatawan Reaktif Mayoritas Dari Jakarta

Senin, 22 Juni 2020 | 6/22/2020 WIB Last Updated 2020-06-22T10:45:20Z

Bandung.Internationalmedia.id.-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan,dari 1500 orang yang di rapid test, Minggu(21/6/2020) di Pusat Pariwisata,Puncak didapati 88 wisatawan itu reaktif mayoritas dari Jakarta.

Untuk itu Gubernur menghimbau untuk menahan diri di kawasan Puncak karena kamiakan terus meningkatkan kewasapadaan karena ada berita juga beberapa wisatawannya balik kanan.

Apapun itu kita ingin ekonomi di Jawa Barat di Puncak, Bogor, Cianjur dan pariwisata lainnya aman terkendali.Sehingga yang 88 itu akan dilakukan polow up dan test swab.

Hal ini terungkap dalam rapat evaluasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Ruang Siliwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Senin (22/6/2020).
 
Rapat evaluasi tersebut diikuti Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi dan Gubernur Jabar H. Moch. Ridwan Kamil.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Satgas Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopimda Prov. Jabar yang membahas tentang evaluasi sepekan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Barat.

Usai rapat evaluasi tersebut, Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil menjelaskan bahwa, Tim mingguan dari Jawa Barat secara umum masih terkendali mayoritas berita baik.

Sebagian adalah berita yang harus diwaspadai sikapnya yang pertama, angka rata-rata repreduksi masih dibawah 1.

Setiap minggu kita melaporkan dan minggu ini memang ada kenaikan 0,9 tapi kalau rata-rata selama 2 minggu kita 0,68.

Yang kedua kita melakukan traiking kontrak dan testing di 3 zona, pasar tradisional kemudian terminal, stasiun dan pusat-pusat pariwisata.

Berikutnya, kita sudah mulai memproduksi rapid test to poinol dalam minggu-minggu ini direlease 5.000.orang

Yang sangat membanggakan karena rapid test ini adakah rapid tes canggih mengetes antigen bukan anti body jadi langsung mengetea Covid. Jadi nanti hasilnya bukan lagi reatif betul-betul negatif atau positif.

Ekonomi Sudah Bergerak

Gubernur juga melaporkan bahwa dalam minggu-minggu ini kita mendapati ekonomi sudah bergerak.

Monitoring dari kami protokol-protokol kesehatan kami sampling di KBB, di Pangandaraan dan kemaren di Kabupaten Bandung dari mulai kedatangan sudah pengetesan suhu.

Antrian berjarak dan tiket sudah online dikasi jarak silang merah untuk yang tidak diduduki buktikan kepatuhan dari masyarakat.

Saya menghimbau sebelum ada instruksi maka yang namanya wisatawan yang diperbolehkan sementara masih dari wilayah Jawa Barat saja untuk menjaga proses pentahapan yang kita lakukan.

Kemudian laporan minggu ini, juga tingkat lalu lintas sudah mendekati sebelum PSBB. Jadi artinya pergerakan lalu lintas orang untuk ekonomi sudah sangat tinggi bahkan beberapa tempat kemacetan-kemacetan sudah terjadi.

Apapun itu menandakan pergerakan ekonomi sudah terjadi dan kita berharap di akhir Desember ekonomi Jawa Barat tidak seperti diprediksi terburuk yaitu dibawah nol (0) tetapi kita masih bisa diangka 2 sampai 2,5 %.

Hasil kajian selama Covid, ekonomi terkoreksi paling tinggi adalah sektor jasa 4,8 % turunya, kemudian sektor industri 4,2 %, yang paling sedikit terkoreksi adalah sektor pertanian.

Pertanian terkoreksi hanya 0,9 % menandakan pertanian ini tangguh selama Covid apalagi dikombinasi perdagangannya digital maka ekonomi masa depan menurut saya adalah balik kanan lagi dibidang pertanian.

Minggu depan kami akan mulai membagikan raport kinerja gugus tugas, sehingga gugus tugas harus bisa eksplo diri plus minus selamanya dari mana kita memulai pelaksanaan pembinaan,kata Gubernur(Lys/Pendam III/Siliwangi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update