-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Wow... Ketua DPRD Jabar Puji Reaksi Cepat Kang Emil

Minggu, 05 April 2020 | 4/05/2020 WIB Last Updated 2020-04-05T10:49:27Z


BANDUNG.Internationalmedia.- Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI(Purn) Taufik Hidayat memuji respon cepat dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atas diresmikannya operasional pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Pandega Kabupaten Pangandaran, Sabtu(4/4/2020).

Respon cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dilakukan dalam penanganan Covid19 yang sangat dibutuhkan masyarakat dan Pemerintah Daerah Jawa Barat saat ini.

Selain itu juga, Taufik mengapresiasi Kabupaten Pangandaran yang telah memiliki RSUD yang digunakan sebagai operasional pelayanan penanganan Covid19.

DPRD Provinsi Jawa Barat sangat bersyukur Kabupaten Pangandaran telah memiliki fasilitas RS yang memadai untuk penanganan Covid19 ini, singkat Taufik dalam acara Teleconference dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran di Gedung Pakuan, Jalan Oto Iskandardinata No 1 Bandung.

Selain Ketua DPRD, hadir juga Ketua Komsi I, Nedi Budiman, Ketua Komisi V, Dadang Kurniawan dan Kadisnaker Jabar, Berli Ramdani.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran secara virtual melalui Video Conference dari Gedung Pakuan, Kota Bandung. 

Gubernur memutuskan meresmikan RSUD secara jarak jauh mengingat saat ini Jawa Barat sedang kampanye Physichal Distancing dalam menanggulangi penyebaran COVID-19 yang menghindari kegiatan bersifat kerumunan. 

Meski dari jarak jauh, Ridwan Kamil merasa senang dapat memberi nama RSUD pertama di Pangandaran. Nama Pandega  merupakan sumbangsih dari Kang Emil, nama sapaan akrab Ridwan Kamil. 

Menurut Kang Emil, ‘Pandega’ kependekan dari Pangandaran Sehat dan Bahagia. Dalam bahasa Sunda, ‘pandega’ memiliki makna ‘yang menjaga’. 

“Pandega juga artinya seperti ‘yang menjaga’. Mudah-mudahan rumah sakit ini menjadi Pandega menjaga kesehatan warga Pangandaran,” kata  Kang Emil saat  videoconference.

Kang Emil mengimbau agar Pemkab Pangandaran menyiapkan RSUD Pandega dalam menghadapi puncak pandemi yang diprediksi para ahli akan terjadi April - Mei 2020 ini. Secara khusus, Kang Emil minta pengelola menyediakan satu lantai khusus untuk merawat pasien COVID-19. 

Kang Emil juga meminta agar segera manfaatkan rumah sakit itu dalam kondisi ini. Saya lihat rumah sakitnya bagus sekali. Sekarang konversi saja jadi RS COVID-19 dulu. Tolong segera gunakan, siapkan satu lantai minimal untuk COVID-19,” tambah Kang Emil.

Enam Ruang Isolasi

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, RSUD Pandega  dibangun selama dua tahun dan menghabiskan dana sekitar Rp 400 miliar dari APBD Kabupaten dan Provinsi. 

Kehadiran RSUD Pandega menurutnya sangat memudahkan warga Pangandaran mengakses pelayanan kesehatan. Selama ini, warga Pangandaran lebih memilih berobat ke rumah sakit di Banyumas dan Purwokerto, Jawa Tengah karena jaraknya lebih dekat.

Sementara rumah sakit terdekat di Jabar ada di Kota Banjar berjarak 67 kilometer, dan Kabupaten Ciamis berjarak 93 kilometer. 

Di sini kebanyakan (warga) berobat ke Jawa Tengah, ke Banyumas dan Purwokerto. Mudah-mudahan sekarang dengan dioperasikan rumah sakit ini akan menjadi fasilitas (pelayanan kesehatan) masyarakat Pangandaran, tambah Jeje. 

RSUD Pandega Pangandaran memiliki 170 tempat tidur perawatan, layanan fisioterapi, layanan persalinan, perawatan anak, PCU, poliklinik, hingga gudang farmasi. Untuk COVID-19, Jeje menyediakan enam ruang isolasi pasien.(Lys) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update