Notification

×

Iklan

Iklan

Samosir Kembali Dipercaya, Pompa Air Tenaga Surya Rp 6,9 Miliar Dibangun di Pakpahan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 15:02 WIB Last Updated 2026-10-04T08:02:29Z
Pembangunan infrastruktur berbasis energi terbarukan tersebut ditandai dengan groundbreaking oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt, Sabtu (3/10/2026).

Samosir, internationalmedia.id.- Pemerintah pusat kembali mempercayakan Kabupaten Samosir sebagai lokasi pengembangan pertanian rendah karbon. Di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, dibangun Pompa Air Tenaga Surya (PATS) senilai Rp 6,9 miliar untuk mengairi lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.

Pembangunan infrastruktur berbasis energi terbarukan tersebut ditandai dengan groundbreaking oleh Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt, Sabtu (3/10/2026).

Prosesi diawali ritual adat masyarakat setempat. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap adat istiadat sekaligus doa agar pembangunan berjalan lancar dan fasilitas yang dibangun nantinya memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

PATS Pakpahan merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya dibangun di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan. Melihat manfaat dan potensi pengembangannya, program tersebut kemudian diperluas ke Pakpahan untuk menjangkau lebih banyak lahan pertanian dan masyarakat.

Teguh Sambodo mengatakan, pembangunan PATS di Pakpahan dirancang menyesuaikan kondisi topografi Samosir. Air akan dipompa menggunakan tenaga surya untuk kemudian dialirkan ke lahan pertanian yang berada di dataran lebih tinggi.

Fasilitas ini ditargetkan mampu mengairi sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dan memberikan manfaat kepada lebih dari 903 jiwa.

Pemanfaatan energi matahari juga akan mengurangi ketergantungan petani terhadap bahan bakar minyak untuk mengoperasikan pompa. Dengan demikian, biaya dan kebutuhan energi dapat ditekan, efisiensi pertanian meningkat, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon.

Dampaknya diharapkan terasa langsung pada produktivitas pertanian. Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, pola tanam petani diproyeksikan meningkat sehingga produksi padi diperkirakan naik dari sekitar 96 ton menjadi 288 ton per tahun.

“Fasilitas ini hadir sebagai pengungkit kemajuan ekonomi, sosial dan lingkungan secara intensif dan berkelanjutan. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” ujar Teguh.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Inggris, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Samosir serta masyarakat yang turut menyediakan lahan untuk tapak panel surya, jalur dan reservoir.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada selesainya konstruksi. Keberlanjutan fasilitas sangat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk merawat dan menjaga aset tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kementerian PPN/Bappenas yang didukung Pemerintah Inggris melalui UKFCDO Jakarta. Menurutnya, pembangunan PATS menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra pembangunan dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan petani.

“Ini merupakan kepercayaan yang harus kita jaga. Pemerintah Kabupaten Samosir akan terus mendorong pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya petani. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, kita berharap produktivitas pertanian meningkat dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani,” kata Vandiko.

Pembangunan PATS Pakpahan sekaligus memperkuat arah pembangunan pertanian Samosir yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga mengedepankan penggunaan energi bersih dan perlindungan lingkungan.

Dari air yang lebih terjamin hingga energi matahari yang menggerakkan pompa, program ini diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka ruang bagi pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.

Bagi masyarakat Pakpahan, pembangunan PATS bukan sekadar proyek infrastruktur. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif dan petani memiliki sumber air yang lebih andal dalam meningkatkan hasil panen.(rel/ung)

×
Berita Terbaru Update