![]() |
| Joko Santoso(3 kiri), Edi Wiyono(3 kanan), Itmamnudin(2kiri) usai taklimat |
Jakarta,Internationalmedia.id.- Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) siap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPI 2026 di Semarang. Forum tahunan ini menjadi ajang evaluasi program sekaligus merumuskan program kerja IPI untuk 2027.
Ketua Umum PP IPI Joko Santoso mengatakan, Rakernas menjadi ruang bersama bagi pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, dan memperkuat organisasi.
“IPI merupakan rumah bersama seluruh pustakawan Indonesia. Melalui Rakernas ini kami tidak hanya mengevaluasi program kerja, tetapi juga mendengarkan aspirasi pustakawan dari berbagai daerah dan merumuskan program kerja IPI tahun 2027,” kata Joko dalam Taklimat Media Pra Rakernas IPI 2026 di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu (30/9).
Rakernas tahun ini mengusung tema “Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran pustakawan dalam menjawab kebutuhan informasi masyarakat, membangun kolaborasi, serta memastikan kerja kepustakawanan memberikan manfaat nyata.
Menurut Joko, pustakawan tidak cukup hanya menjalankan tugas di perpustakaan. Mereka perlu terlibat dalam berbagai persoalan literasi dan kebutuhan pengetahuan masyarakat.
“Pustakawan tidak sekadar ada, tetapi harus hadir dalam berbagai persoalan literasi dan kebutuhan pengetahuan masyarakat,” ujarnya.
Perkuat Kompetensi Pustakawan
Penguatan kompetensi menjadi salah satu fokus utama Rakernas IPI 2026. Joko menyebut Indonesia memiliki sekitar 219 ribu perpustakaan, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan perpustakaan sekolah.
Sementara jumlah pustakawan tercatat 22.218 orang, terdiri atas 5.635 pustakawan fungsional PNS dan 16.583 pustakawan non-PNS. Dari jumlah tersebut, baru 6.858 pustakawan yang telah tersertifikasi.
Menurut Joko, peningkatan jumlah pustakawan tersertifikasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan asesor dan tempat uji kompetensi di daerah.
Karena itu, IPI akan mengevaluasi berbagai langkah untuk menambah asesor dan tempat uji kompetensi sekaligus mendorong lebih banyak pustakawan mengikuti sertifikasi.
Rakernas juga menghadirkan sejumlah lokakarya, antara lain pengembangan kapabilitas pustakawan, pembinaan pustakawan dan SKKNI bidang perpustakaan-kepustakawanan, sertifikasi profesi pustakawan, serta sertifikasi ISO.
AI Jadi Perhatian
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi perhatian IPI. Joko menilai AI dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk mendukung pekerjaan pustakawan.
“AI adalah tools. Bukan sesuatu yang mengancam, melainkan alat yang dapat kita manfaatkan,” katanya.
Menurutnya, perkembangan AI justru semakin menegaskan pentingnya literasi digital. Di tengah derasnya arus informasi, pustakawan memiliki peran penting membantu masyarakat menilai sumber, kredibilitas, otoritas, dan aktualitas informasi.
“Persoalannya bukan lagi informasi berada di mana, karena informasi dan pengetahuan sangat berlimpah. Persoalannya adalah bagaimana memilah dan memastikan informasi tersebut benar,” jelasnya.
Ada IPI Award dan Call for Papers
Rakernas IPI 2026 juga menghadirkan sejumlah agenda baru, salah satunya IPI Award 2026. Penghargaan ini ditujukan untuk memberikan apresiasi kepada pustakawan yang dinilai berhasil memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat.
Joko mengatakan, penghargaan tersebut diharapkan dapat mengangkat berbagai inovasi dan kerja pustakawan yang selama ini belum banyak terlihat. Hingga saat ini, sebanyak 23 pengurus daerah IPI telah mengusulkan kandidat.
Wakil Ketua Umum PP IPI Edi Wiyono mengatakan, penilaian IPI Award tidak hanya melihat inovasi, tetapi juga dampak yang dihasilkan bagi organisasi, instansi, dan masyarakat.
Penilaian mencakup keterlibatan dan dampak nyata, sinergi dan kemitraan strategis, inovasi, kebaruan dan keberlanjutan, serta rekam jejak profesi dan integritas dokumen.
Selain penghargaan, Rakernas juga membuka call for papers untuk mendorong pustakawan menghasilkan kajian dan mendokumentasikan praktik baik. Lebih dari 20 makalah telah diterima dan akan diseleksi untuk dipresentasikan dalam Rakernas.
Edi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi tradisi baru dalam Rakernas sekaligus mendorong pustakawan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Digelar di Semarang
Ketua PD IPI Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Lokal Rakernas IPI 2026, Itmamudin, mengatakan persiapan Rakernas di Semarang terus dimatangkan bersama PP IPI dan panitia lokal.
Rakernas direncanakan berlangsung di Hotel MG Setos, Semarang, dengan target peserta sekitar 200 hingga 300 orang.
Panitia juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan sekaligus memperkuat kerja sama dalam pengembangan literasi dan kepustakawanan.
Selain rapat kerja, lokakarya, gelar wicara, IPI Award, dan call for papers, rangkaian kegiatan akan diisi dengan wisata literasi atau healing library. Peserta akan diajak mengunjungi sejumlah perpustakaan sekaligus destinasi budaya dan wisata di Jawa Tengah.
Joko berharap Rakernas IPI 2026 dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kompetensi pustakawan, melahirkan gagasan baru, serta membuka lebih banyak kolaborasi lintas profesi.
“Rakernas akan menjadi model untuk terus melakukan konsolidasi organisasi para pustakawan, memperkuat gagasan dan ide baru, memperkuat kolaborasi antara profesi pustakawan dengan profesi lain, serta memperluas dampak kerja-kerja kepustakawanan Indonesia,” pungkasnya.(rbs)
