![]() |
Jakarta.Internationalmedia.id.- KAI Commuter berkomitmen memperkuat layanan Commuter Line sebagai transportasi publik yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan.
Selain memudahkan mobilitas masyarakat perkotaan, penggunaan kereta listrik ini dinilai mampu menghemat biaya perjalanan, meningkatkan produktivitas, serta membantu menekan kemacetan dan polusi udara.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangannya petang ini, mengatakan transportasi publik yang aman dan efisien kini menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan dan aglomerasi.
Menurutnya, Commuter Line menawarkan solusi perjalanan yang lebih terukur bagi pekerja, pelajar, dan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di pusat ekonomi, pendidikan, maupun layanan publik.
“Dengan skema tarif yang terjangkau melalui Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah, masyarakat dapat memangkas pengeluaran transportasi bulanan secara efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Karina dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Peningkatan jumlah pengguna menunjukkan bahwa Commuter Line semakin menjadi pilihan masyarakat. Berdasarkan data KAI Commuter, jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek mencapai lebih dari 328,15 juta orang pada 2024, meningkat 12,81 persen dibandingkan 2023 yang tercatat sekitar 290,89 juta orang.
Tren pertumbuhan berlanjut pada 2025. Jumlah pengguna mencapai sekitar 349,31 juta orang, atau meningkat 6,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jadwal Teratur, Mobilitas Lebih Efisien
Karina menjelaskan, pengoperasian Commuter Line berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) memungkinkan perjalanan berlangsung secara terjadwal dan teratur. Kepastian jadwal ini membantu masyarakat merencanakan aktivitas harian dengan lebih baik, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan akibat kemacetan jalan raya.
Dengan jalur khusus yang tidak bercampur dengan lalu lintas kendaraan di jalan, Commuter Line menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menghindari kepadatan, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Kemacetan tidak hanya menghabiskan waktu perjalanan, tetapi juga meningkatkan konsumsi energi, menambah pengeluaran masyarakat, dan menurunkan produktivitas. Karena itu, peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik menjadi salah satu langkah untuk mengurangi beban lalu lintas perkotaan.
“Keberadaan Commuter Line menjadi bagian yang menjawab masalah tersebut,” kata Karina.
Kereta Listrik Bantu Kurangi Emisi Karbon
Selain mendukung mobilitas, penggunaan Commuter Line juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Sebagai moda transportasi berbasis tenaga listrik, kereta ini berpotensi menekan emisi karbon per penumpang dibandingkan kendaraan pribadi.
Karina menyebutkan, berdasarkan perhitungan emisi yang digunakan KAI Commuter, emisi perjalanan Commuter Line berada pada kisaran 19–41 gram CO₂ per penumpang per kilometer. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan mobil pribadi yang menghasilkan sekitar 170–192 gram CO₂ per penumpang per kilometer dan sepeda motor sekitar 90–110 gram CO₂ per penumpang per kilometer.
“Beralih ke moda transportasi dari kendaraan pribadi ke Commuter Line merupakan langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kualitas udara perkotaan yang lebih bersih,” ujarnya.
Meski demikian, manfaat pengurangan emisi secara keseluruhan juga bergantung pada jumlah penumpang, sumber listrik yang digunakan, serta tingkat penggunaan kendaraan pribadi yang berhasil dialihkan ke transportasi publik.
Tingkatkan Layanan dan Integrasi Antarmoda
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, KAI Commuter berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan keandalan sarana, modernisasi prasarana stasiun, integrasi antarmoda, serta efisiensi operasional yang memperhatikan aspek lingkungan.
Perusahaan juga akan terus memperluas aksesibilitas layanan dan meningkatkan kemudahan transaksi digital agar perjalanan masyarakat semakin praktis, aman, dan nyaman.
Karina menegaskan, keterjangkauan tarif, kepastian waktu perjalanan, dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik.
Dengan peningkatan layanan yang berkelanjutan, KAI Commuter berharap Commuter Line tidak hanya menjadi sarana perjalanan sehari-hari, tetapi juga bagian dari solusi untuk membangun mobilitas perkotaan yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.(rel/lys).
