Notification

×

Iklan

Iklan

Menyingsingkan Lengan, Menjaga Toba

Rabu, 16 September 2026 | 21:42 WIB Last Updated 2026-09-16T14:42:16Z

Oleh: Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang

Sore ini, asap kembali membumbung di Gonting Tele. Belum hilang ingatan kita akan titik api di Dusun Panjaitan, Desa Siboro, dan kawasan Sianjur Mula-Mula lainnya, kini ancaman itu kembali hadir. Bagi saya, ini bukan sekadar kebakaran musiman. Ini alarm darurat.

Penelitian terbaru Thoha dkk. (2026) mencatat angka yang mengkhawatirkan: 51,04% kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark berada pada tingkat kerentanan kebakaran tinggi hingga sangat tinggi. Kabupaten Samosir—khususnya Kecamatan Sianjur Mula-Mula dan Harian—menjadi pusat kerentanan tersebut.

Data sudah memperingatkan, dan lapangan kini membuktikannya. Kebakaran hari ini bukan kejutan, melainkan muara dari kelalaian kita membaca tanda-tanda.
Maka, stop menunggu api membesar baru kita sibuk memadamkan.


Mitigasi kebakaran tidak bisa lagi sebatas pemadaman saat krisis. Pemkab Samosir, BPBD, TNI-Polri, perangkat desa, hingga unit kehutanan harus bergerak terintegrasi. Kita membutuhkan ekosistem pencegahan yang konkret:

Patroli terarah & deteksi dini di zona merah kerentanan.
Jalur pelaporan cepat yang terhubung langsung ke regu pemadam.

Penelitian menunjukkan kerentanan tertinggi berada di sekitar aliran sungai, akses jalan, semak belukar, dan permukiman. Artinya, api tidak hanya mengintai hutan lepas, tetapi juga lanskap aktivitas warga dan geosite vital.

Di sinilah makna Geopark diuji. Toba Caldera UNESCO Global Geopark bukan sekadar latar foto atau bahan promosi pariwisata. Geopark adalah rumah peradaban yang menyatukan alam, manusia, dan budaya. Rasa cinta pada Toba tidak diukur dari megahnya acara seremonial, melainkan dari keberanian kita memadamkan api dan menjaga tanah ini.

Hari ini kita cegah dan padamkan.
Besok kita perkuat mitigasi.
Seterusnya kita pulihkan dan rawat.

Mari menyingsingkan lengan baju. Jangan sampai penyesalan menjadi satu-satunya hal yang tersisa saat Toba hangus meluas. Toba adalah warisan—yang kita jaga hari ini adalah masa depan anak cucu kita. 

(Penulis, adalah Pegiat Lingkungan Geopark Kaldera Toba)

×
Berita Terbaru Update