![]() |
| Darjanto Witarsa, memperkenalkan Gubernur Pramono kepada Barista Juara 3 Dunia, saat mengunjungi both. |
Jakarta.Internationalmedia.id.-Berada di peringkat keempat produsen kopi dunia dengan kontribusi 7–8%, Indonesia mengalami lonjakan budaya ngopi yang luar biasa, terutama di wilayah Jabodetabek.
Data International Coffee Organization (ICO) mencatat konsumsi kopi nasional melonjak 50,02% dalam dekade terakhir, sejalan dengan pertumbuhan jumlah kafe yang mencapai 16% per tahun. Bahkan, survei Jakpat 2026 mengungkapkan sebanyak 58% masyarakat rutin minum kopi setidaknya sekali sehari.
Pertumbuhan masif ini menjadikan profesi barista semakin vital. Momen tersebut ditangkap melalui ajang Indonesia Barista Championship (IBC) Region I Jakarta yang digelar dalam rangkaian Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Sebanyak 15 barista dari berbagai entitas kopi kenamaan bertanding memperagakan keahlian mereka.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Darjanto Witarsa, menegaskan bahwa IBC bukan sekadar ajang kompetisi biasa, melainkan panggung untuk membangun apresiasi publik terhadap profesi penyaji kopi.
“IBC menjadi ruang bagi para barista untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan karakter mereka dalam meracik kopi. Melalui kompetisi ini, masyarakat dapat melihat lebih dekat talenta yang berkembang di industri kopi Indonesia,” ujar Darjanto.
Gaya hidup generasi muda yang makin lekat dengan budaya ngopi turut mendorong para pelaku industri untuk terus beradaptasi—mulai dari inovasi produk, pengalaman rasa, hingga branding.
Selain laga barista, pengunjung ICX Jakarta 2026 juga diajak berinteraksi langsung dengan para pelaku industri melalui fasilitas UNFILTERED Bars. Di area ini, penikmat kopi bisa mencicipi seduhan berkualitas sembari membedah proses dan keterampilan di balik cangkir kopi bersama para figur publik serta jenama kopi ternama.(RBS)
