Notification

×

Iklan

Iklan

KAI Commuter Sulap Stasiun Jadi Simpul Mobilitas Perkotaan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:40 WIB Last Updated 2026-08-31T12:40:21Z

Jakarta.Internationalmedia.id.- KAI Commuter mempercepat integrasi antarmoda dan pengembangan ekosistem stasiun guna memperkuat jaringan transportasi perkotaan di Indonesia. 

Langkah strategis ini diambil seiring meningkatnya peran stasiun sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan metropolitan.

Transportasi publik perkotaan kini bukan lagi sekadar alat transportasi, melainkan fondasi utama jaringan mobilitas dan urat nadi perekonomian kawasan aglomerasi. 

Menjawab tantangan tersebut, KAI Commuter terus mentransformasi stasiun dari sekadar titik naik-turun penumpang menjadi simpul Ekosistem Mobilitas & Kota Terintegrasi (Urban Mobility & Integrated City).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangannya petang ini, menyatakan bahwa transformasi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line yang masif. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, KAI Commuter mencatat angka volume penumpang yang fantastis di seluruh wilayah kerjanya:

Total Penumpang Nasional: 242.932.764 orang
Wilayah Jabodetabek: 210,46 juta perjalanan (menyumbang 86,6% total nasional)
Wilayah Bandung: 11,87 juta pengguna
Wilayah Surabaya: 10 juta pengguna.

Kemudian, Wilayah Yogyakarta: 6,32 juta pengguna
Commuter Line Merak: 2,83 juta pengguna
Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta: 1,39 juta pengguna

Kereta Petani & Pedagang (Rangkasbitung–Merak): 31.884 pengguna

Peran strategis angkutan lokal perkotaan juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga. Lewat tarif yang terjangkau, masyarakat dapat memangkas pengeluaran transportasi harian dan mengalokasikan anggarannya untuk sektor produktif, mulai dari modal usaha hingga kebutuhan harian keluarga.

Menjawab Tantangan Kawasan Metropolitan

Pertumbuhan volume pengguna ini sejalan dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menyebutkan bahwa kawasan metropolitan di Indonesia didominasi oleh penduduk usia produktif dengan mobilitas tinggi. Kawasan seperti Jabodetabek, Bandung Raya, DI Yogyakarta, dan Surabaya Raya membutuhkan moda transportasi massal yang andal, tepat waktu, dan berkapasitas besar.

Untuk memperkuat efisiensi aksesibilitas masyarakat, KAI Commuter melakukan serangkaian inovasi infrastruktur dan penataan kawasan berbasis transit (Transit-Oriented Development / TOD):

Integrasi Stasiun Karet & Stasiun BNI City: Mulai 1 September 2026, pengerjaan fisik penyambungan kawasan stasiun ini resmi dikembangkan. Area ini akan mempermudah transit pengguna menuju KA Bandara Soetta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, hingga TransJakarta.

Peningkatan Kapasitas Prasarana: Perpanjangan peron di Stasiun Bogor telah rampung dan siap memfasilitasi operasional rangkaian kereta berformasi panjang (SF12).

Melalui penguatan integrasi antarmoda dan modernisasi stasiun, KAI Commuter menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem mobilitas perkotaan yang berkelanjutan, aman, dan dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.(rel/lys)

×
Berita Terbaru Update