Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Insiden Ganggu Lintas Bogor-Tangerang, KAI Commuter Minta Maaf

Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:38 WIB Last Updated 2026-08-20T09:38:37Z

Jakarta.Internationalmedia.id – Dua insiden temperan mengganggu perjalanan Commuter Line di lintas Bogor dan Tangerang, Kamis (20/8/2026) pagi. KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna atas keterlambatan perjalanan yang terjadi akibat dua kejadian tersebut.

Insiden pertama melibatkan Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota yang tertemper orang di jalur rel antara Pasar Minggu–Manggarai. Sementara itu, insiden kedua terjadi pada Commuter Line Tangerang No. 1914 relasi Duri–Tangerang yang tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Rawabuaya–Batu Ceper.

Direktur KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna akibat gangguan perjalanan tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanannya. Siang hingga sore ini operasional layanan Commuter Line pada lintas tersebut sudah kembali normal,” ujar Purnomo.

Commuter Line Bogor Dievakuasi

Purnomo menjelaskan, insiden pada Commuter Line Bogor No. 1183 menyebabkan kerusakan pada pipa angin sistem pengereman. Demi memastikan keselamatan perjalanan, rangkaian kereta harus dievakuasi menggunakan kereta penolong untuk selanjutnya menjalani perbaikan di Depo KRL Bukit Duri.

Proses evakuasi tersebut berdampak pada perjalanan Commuter Line di jalur Pasar Minggu menuju Manggarai. Untuk mengurangi dampak keterlambatan, perjalanan kereta sempat dioperasikan menggunakan satu jalur.

Sementara pada lintas Tangerang, insiden dengan sepeda motor menyebabkan bagian kabin depan Commuter Line mengalami kerusakan. Perjalanan antara Rawabuaya–Batu Ceper juga sempat diberlakukan satu jalur.

Petugas terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan awal guna memastikan perjalanan kereta dapat kembali berlangsung dengan aman.

18 Perjalanan Terdampak

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, dua insiden tersebut berdampak terhadap sejumlah perjalanan Commuter Line.

Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, sementara dua perjalanan lainnya dibatalkan. Adapun pada lintas Tangerang, sebanyak delapan perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit.

Di stasiun-stasiun yang terdampak, petugas tetap memberikan pelayanan kepada pengguna. KAI Commuter juga melayani permintaan surat keterangan keterlambatan serta melakukan pengaturan arus pengguna di area stasiun.

Pengguna Diimbau Utamakan Keselamatan

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan petugas, terutama ketika terjadi gangguan operasional.

Purnomo meminta pengguna tidak memaksakan diri masuk ke dalam kereta apabila kondisi KRL sudah terlalu padat serta tidak melintas atau berjalan di jalur rel.

“Jika terjadi kendala operasional seluruh pengguna diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan, tidak memaksakan masuk jika kondisi KRL sudah terlalu padat dan tidak melintas jalur rel,” katanya.

KAI Commuter juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pihak kewilayahan, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan edukasi mengenai keselamatan di sepanjang jalur kereta api.

Karina menegaskan, keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan.

“KAI Commuter secara rutin melakukan edukasi dan sosialisasi terkait keselamatan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran seluruh pengguna jalan raya untuk menjaga keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang,” tandas Karina.*

×
Berita Terbaru Update