Notification

×

Iklan

Iklan

Praeses HKBP Samosir Pimpin Penanaman Pohon di Lereng Gunung Pusuk Buhit

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:04 WIB Last Updated 2026-05-07T05:04:08Z
Saat penanaman pohon di lereng lereng terjal

Samosir.Internationalmedia.id.-Semangat pelestarian lingkungan kembali menggema di lereng Gunung Pusuk Buhit melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan oleh Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba bersama Persekutuan Muda-Mudi HKBP Distrik Samosir, Kamis (18/4/2026). 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Praeses HKBP Distrik Samosir, Pdt. Rintalori Sianturi, S.Th., M.Min.

Sebanyak 75 muda-mudi HKBP Distrik Samosir bersama komunitas penggiat lingkungan dari Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan penuh antusias dan semangat. 

Penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian kawasan Danau Toba serta upaya penghijauan lereng Gunung Pusuk Buhit, yang merupakan kawasan penting bagi ekosistem dan budaya Batak, sekaligus direncanakan menjadi lokasi pembangunan Arboretum Mini Guru Benjamin Simanjorang.

Praeses bersama Pesekutuan muda mudi HKBP dan Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba

Dalam kesempatan itu, penggiat lingkungan Danau Toba, Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang, menekankan bahwa menanam pohon tidak boleh berhenti pada proses penanaman saja, tetapi harus diikuti dengan tanggung jawab merawat hingga tumbuh besar dan memberi manfaat.

“Banyak yang menanam pohon, tetapi tidak seberapa yang merawatnya sampai tumbuh besar. Menanam pohon itu harus dipahami sebagai tindakan yang membutuhkan cinta dan kesabaran,” ujar Dr. Wilmar.

Ia menegaskan bahwa merawat pohon dapat dipahami melalui pengalaman hidup yang dekat dengan manusia.

“Merawat pohon itu seperti merawat cinta kepada pacar, dan seperti merawat anak yang baru lahir. Harus ada perhatian, kesetiaan, dan konsistensi. Tidak cukup hanya hadir di awal, tetapi harus terus disayangi, disiram, dipupuk, dan dijaga setiap saat,” jelasnya.

Menurutnya, jika manusia mampu memberi perhatian penuh dalam relasi yang mereka cintai, maka hal yang sama juga seharusnya diberikan kepada alam. Pohon yang ditanam adalah kehidupan yang harus dijaga agar tumbuh menjadi harapan bagi masa depan.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta yang hadir, sebagai penguatan pesan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga sikap batin yang penuh kasih dan tanggung jawab.

Suasana kegiatan semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan Buku Ende No. 569, lagu yang dipilih oleh Praeses HKBP Distrik Samosir, Pdt. Rintalori Sianturi, S.Th., M.Min., dan dipimpin langsung olehnya sebagai nyanyian bersama sebelum kegiatan penanaman pohon dimulai. 

Lantunan lagu tersebut mengalun penuh penghayatan dan menjadi momen refleksi rohani yang menguatkan kebersamaan seluruh peserta.

“O Debata tung longang do rohangku, molo hubereng na tinompaMi…”
Nyanyian itu menghadirkan suasana syukur atas keindahan alam ciptaan Tuhan, sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai wujud tanggung jawab iman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Rinaldi Naibaho, yang menunjukkan kecintaannya terhadap Samosir agar tetap indah, hijau, dan lestari. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan generasi muda gereja.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lereng Gunung Pusuk Buhit serta kawasan Danau Toba demi generasi mendatang.(Ung)

×
Berita Terbaru Update