![]() |
| Kompetisi Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026 secara resmi dibuka di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (7/5/2026). |
Jakarta.Internationalmedia.id- Kompetisi Luar Negeri-Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026, resmi dibuka di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis(7/5).
Kali ini, ajang Kompetisi mengusung tema Inovasi dan Pengembangan BRICS “Mempercepat Revolusi Industri Baru”.
Prosesi peluncuran yang berlangsung meriah ini dilakukan oleh pimpinan CHINA DATANG Corporation Jia Bingjun, Gao Xingzhao, Xin Kefeng, Staf Ahli Menteri Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan, Direktur BKPM Cahyo Purnomo, Direktur BRIN Dr. Ajeng Arum Sari, dan Candra Jap, mewakili Ketua Dewan Pembina Perhimpunan INTI Teddy Sugianto.
Kompetisi bergengsi ini, sebelumnya telah sukses diadakan pada tahun 2025 di Podomoro City, Jakarta. Dengan penyelenggaraan kembali kompetisi ini, menandakan kerja sama inovasi antara Tiongkok dan Indonesia di bawah kerangka Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru memasuki tahap implementasi praktis.
BRICS merupakan mekanisme kerja sama internasional yang terdiri dari negara-negara berkembang di dunia. Didirikan pada tahun 2009 oleh lima negara yaitu ; Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan. Indonesia sendiri menjadi Negara Asia Tenggara pertama yang bergabung menjadi negara anggota terbesar di dunia pada tahun 2023.
Kompetisi Luar Negeri – Indonesia BRICS Industrial Innovation Contest 2026 merupakan praktisi ikonik dari partisipasi mendalam Indonesia dalam kerangka kerja sama sesama anggota BRICS yang mendorong keterhubungan antara inovasi lokal dengan sumber daya global, sekaligus membangun platform penghubung tingkat tinggi bagi para inovator kedua negara.
Dengan tema “Inovasi dan Pengembangan BRICS : Mempercepat Revolusi Industri Baru”, kompetisi ini berfokus pada empat bidang utama pengembangan di Indonesia, yaitu AI (artificial intelligence), industri hijau, low altitude technology, dan elektronika energi.
Kompetisi ini menarik hampir 100 proyek dari Indonesia. Setelah penyaringan awal, 52 tim unggulan maju ke tahap presentasi langsung. Proyek – proyek pemenang akan langsung lolos ke final global di Xiamen.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, dan dilaksanakan oleh China -DATANG Corporation Overseas Investment Co., Ltd., didukung oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri.
Kemudian, Kementerian Perindustrian, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), serta Perhimpunan INTI (Tionghoa Indonesia), Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, General Technology BRICS (Xiamen) Investment Development Co., Ltd.
Wakil Direktur Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional MIIT Tiongkok, Zhu Gang, dan Li Xiaofei, Wakil Manajer Umum China DATANG Corporation, menyampaikan smbutan melalui video.
Mereka berharap kompetisi ini dapat menggali lebih banyak proyek inovasi unggul, mendorong kerja sama inovasi antara Tiongkok dan Indonesia, dan memberikan dorongan baru bagi revolusi industri baru negara-negara BRICS.
Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited, Jia Bingjun, dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang menjadi fokus pengembangan luar negeri bagi China Datang Corporation.
Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi.
Dengan kompetisi ini, CHINA DATANG berharap ajang ini sebagai jembatan, yang menghubungkan sumber daya inovasi Tiongkok dan Indonesia, membantu proyek inovasi Indonesia untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, bersama-sama mendorong pengembangan inovasi industri kedua negara, dan mendukung pembangunan Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.
Candra Jap, mewakili Ketua Dewan Pembina Perhimpunan INTI, menyatakan bahwa dengan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, hubungan Indonesia dan Tiongkok semakin erat, dan volume kerja sama inovasi industri terus berkembang.
Dia berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka, dan meraih prestasi yang lebih baik lagi di Final Global di Xiamen, melanjutkan prestasi luar biasa peserta Indonesia tahun lalu.
Dr. Ajeng Arum Sari, Direktur Pendanaan Proyek Kerja Sama Penelitian Internasional BRIN, dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai lembaga koordinasi penelitian nasional Indonesia, BRIN selalu berkomitmen untuk mendorong transformasi hasil penelitian lokal dan kerja sama internasional.
Empat track kompetisi ini sangat sejalan dengan prioritas penelitian BRIN saat ini. Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek penelitian lokal yang unggul, mendorong kerja sama penelitian antara Tiongkok dan Indonesia, dan mempercepat pengembangan inovasi Indonesia.
Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika, Kementerian Investasi/ BKPM Cahyo Purnomo, menyatakan bahwa Indonesia sedang dalam tahap kunci untuk mempercepat revolusi industri baru, sangat membutuhkan teknologi dan konsep inovasi yang maju. Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini.
Dia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia, dan mendukung realisasi visi nasional “Indonesia Emas 2045”.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perindustrian, Urusan Penguatan Industri Lokal Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menyatakan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini akan memberikan vitalitas baru bagi inovasi industri Indonesia, membantu perusahaan lokal untuk mengakses teknologi maju internasional, mempercepat peningkatan industri Indonesia, dan memberikan dukungan kuat bagi revolusi industri baru Indonesia.
Kompetisi ini mengundang 10 ahli terkemuka dari Indonesia dan global sebagai juri, mencakup berbagai bidang seperti investasi lintas negara, kecerdasan buatan, transisi energi, ekonomi rendah udara, dan inkubasi inovasi.
Mereka melakukan penilaian terhadap proyek peserta dari tujuh dimensi, termasuk inovasi teknologi, kemampuan implementasi industri, dan hijau rendah karbon, dan akhirnya memilih dua proyek unggul dari setiap track untuk direkomendasikan ke Final Global di Xiamen.
Sedangkan Dewan Juri terbagi dalam dua kelompok, yaitu Nasional Indonesia dan International, untuk Nasional indonesia diketuai oleh Steven Sugiantoro dan International diketuai oleh Jin Hongfei.
Turut hadir dalam acara peluncuran ini, sejumlah tokoh dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Perhimpunan HAKKA Indonesia Sejahtera, Para Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang Guanglian Indonesia, sebagai wujud dukungan penyelenggaraan kompetisi ini. (RBS)
